Berapa Angka Eritrosit Normal untuk Pria dan Wanita?

Angka eritrosit normal

Eritrosit adalah nama ilmiah untuk sel darah merah (red blood cell, RBC). Eritrosit adalah salah satu komponen darah. Komponen darah yang diperiksa dalam pemeriksaan darah lengkap (complete blood count, CBC) terdiri dari eritrosit, lekosit, hemoglobin, hematokrit, dan trombosit. Pemeriksaan darah lengkap biasanya bertujuan untuk pemeriksaan menyeluruh (check up), diagnosa penyakit, pemantauan masalah kesehatan, atau pemantauan perawatan/pengobatan.

Apa Itu Eritrosit (Sel Darah Merah)?
Eritrosit adalah adalah sel darah yang mengandung hemoglobin dan dapat membawa oksigen ke seluruh tubuh. Eritrosit disebut juga sel darah merah. Warna merah pada eritrosit berasal dari hemoglobin. Eritosit berbentuk bikonkav (mirip lempeng bulat dengan kedua sisi cekung) sehingga memperluas permukaan sel dan memudahkan difusi oksigen dan karbondioksida. Bentuk ini dipertahankan oleh cytoskeleton yang tersusun dari sejumlah protein. Eritrosit sangat fleksibel dan dapat berubah bentuk saat mengalir melalui pembuluh darah kapiler.

Pengertian Angka Eritrosit (Cacah Sel Darah Merah)
Angka Eritrosit adalah besaran yang menyatakan banyaknya eritrosit (sel darah merah) setiap satuan volume darah. Angka eritrosit dinyatakan dalam satuan sel/μL (sel per mikroliter) atau sel/L (sel per liter) darah. (Catatan: 1 liter = 1.000.000 mikroliter).

Angka Normal Eritrosit untuk Pria dan Wanita
Berikut nilai rujukan angka eritrosit normal untuk pria dewasa dan wanita dewasa (tidak sedang hamil).

• Pria dewasa: 4,3 – 5,7 juta sel/μL (4,3 – 5,7 milyar sel/L)
• Wanita dewasa: 3,9 – 5,0 juta sel/ μL (3,9 – 5,0 milyar sel/L)

(Catatan: Angka-angka tersebut di atas adalah nilai yang direkomendasikan salah satu laboratorium. Beberapa laboratorium dan literatur menggunakan angka-angka mungkin sedikit berbeda.)

Interpretasi Angka Eritrosit
Pencacahan eritrosit merupakan bagian dari standar pemeriksaan darah lengkap (complete blood count, CBC). Pembacaan angka eritrosit bersama dengan angka hemoglobin dan angka hematokrit digunakan dalam mendiagnosa apakah seseorang menderita anemia, polycythemia, dehidrasi atau kelainan darah lainnya. Pada umumnya angka eritrosit naik atau turun bersamaan dengan angka hemoglobin angka hematokrit.

Angka eritrosit bersama dengan hemoglobin dan hematokrit harus diinterpretasikan dengan sangat hati-hati karena pengukurannya relatif terhadap volume plasma. Kondisi-kondisi yang dapat meningkatkan volume plasma misalnya kehamilan, akan mengurangi ketiga angka ini dan tidak menggambarkan anemia mutlak. Di sisi lain, kondisi-kondisi yang mengurangi volume plasma misalnya dehidrasi, akan meningkatkan ketiga angka ini dan tidak menggambarkan polycythemia mutlak.

Meningkatnya angka eritrosit dapat disebabkan beberapa hal antara lain sebagai berikut.

  • Hemokonsentrasi
  • Dehidrasi
  • Stress
  • Polycythemia vera
  • Banyak merokok
  • Tinggal di dataran tinggi
  • Penyakit kardiovaskular
  • Renal cell carcinoma (RCC)

Berkurangnya angka eritrosit dapat disebabkan beberapa hal antara lain sebagai berikut.

  • Anemia
  • Hemolysis
  • Gagal ginjal kronis
  • Pendarahan
  • Gagal produksi sumsum

Gejala Angka Eritrosit Rendah
Gejala-gejala umum yang dapat dialami orang yang sedang mengalami angka eritrosit rendah (di bawah angka normal) antara lain sebagai berikut.

  • Lemah
  • Napas pendek
  • Mengantuk atau pusing saat merubah posisi tubuh dengan cepat
  • Detak jantung meningkat
  • Sakit kepala
  • Kulit pucat

Gejala Angka Eritrosit Tinggi
Gejala-gejala umum yang dapat dialami orang yang sedang mengalami angka eritrosit tinggi (di atas angka normal) antara lain sebagai berikut.

  • Lemah
  • Napas pendek
  • Nyeri sendi
  • Telapak tangan dan/atau telapak kaki terasa lunak
  • Kulit mengalami gatal-gatal, terutama setelah mandi
  • Gangguan tidur

Catatan:

  • Anemia adalah kondisi tubuh yang memiliki angka hemoglobin rendah, atau angka eritrosit rendah, atau volume darah kurang.
  • Hemokonsentrasi adalah peningkatan konsentrasi unsur-unsur selular dalam darah yang menyebabkan berkurangnya plasma darah.
  • Dehidrasi adalah kondisi tubuh kekurangan cairan, misalnya karena kurang minum.
  • Polycythemia adalah peningkatan abnormal konsentrasi hemoglobin dalam darah.
  • Penyakit kardiovaskular adalah gangguan kesehatan jantung dan/atau pembuluh darah yang berkaitan dengan aliran darah contohnya penyakit jantung koroner dan stroke.
  • Renal cell carcinoma adalah jenis kanker ginjal
  • Hemolysis adalah kerusakan prematur eritrosit sebelum waktunya.

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *