Apa Itu Angka Oktan pada BBM?

Mengisi bbm

Meskipun kendaraan listrik sudah mulai populer di masyarakat namun sebagian besar konsumen masih memilih memiliki kendaraan dengan bahan bakar minyak. Ada beberapa alasan mendasar mengenai hal ini, baik berkaitan dengan faktor teknis (tenaga, kecepatan, akselerasi, jarak tempuh, charging, dsb) maupun faktor non teknis misalnya harga beli dan harga seken (harga jual kembali). Namun akan ada masanya kendaraan listrik akan diterima oleh mayoritas konsumen.

Bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan mobil dan sepeda motor tersedia dalam berberapa varian. Nama varian produk yang dibuat oleh sebuah produsen mempermudah konsumen pemilik kendaraan membedakan produk tersebut. Oleh karena itu produsen yang berbeda memiliki merek dagang yang berbeda pula untuk setiap produknya.

Pada dasarnya varian produk BBM dibedakan berdasarkan spesifikasi komposisinya. Dari sini dikenal angka oktan atau bilangan oktan BBM. Angka oktan merupakan ukuran standar kualitas BBM yang dipasarkan ke konsumen. Apa arti angka oktan atau bilangan oktan pada BBM? Berikut penjelasannya.

Jenis bbm di spbu pertamina

 

Pengertian Angka Oktan (Octane Number)

Octane number (ON) atau angka oktan atau bilangan oktan adalah angka yang menunjukkan seberapa besar tekanan yang bisa diberikan sebelum bensin terbakar secara spontan. Angka ini mendefinisikan nilai numerik dari 0 hingga 100, dan menjelaskan perilaku bahan bakar di dalam mesin selama pembakaran. Secara umum semakin tinggi angka oktan bensin semakin bagus untuk pembakaran.

Pembakaran memerlukan oksigen yang tersedia di udara. Di dalam mesin, campuran bensin (dalam bentuk gas) dengan udara mendapat tekanan dari piston sampai volume yang sangat kecil dan kemudian dibakar oleh percikan api dari busi. Karena tekanan yang besar ini, campuran bensin dan udara juga dapat terbakar secara spontan sebelum percikan api dari busi keluar. Jika campuran gas ini terbakar karena tekanan yang tinggi (dan bukan karena percikan api dari busi), maka akan terjadi knocking (ketukan) di dalam mesin. Knocking ini dapat menyebabkan mesin cepat rusak, sehingga sedapat mungkin dihindari.

Nama oktan berasal dari rantai karbon yang bernama oktana (C8), karena dari seluruh molekul penyusun bensin, oktana memiliki sifat kompresi paling bagus. Hal ini karena, oktana dapat dikompresi sampai volume kecil tanpa mengalami pembakaran spontan, berbeda dengan  heptana (C7) misalnya, yang bisa terbakar spontan walaupun baru dikompresi sedikit.

 

Angka Oktan Riset (RON)

Research octane number (RON) atau angka oktan riset menggambarkan perilaku bahan bakar di dalam mesin pada suhu dan kecepatan yang lebih rendah, dan merupakan upaya untuk mensimulasikan perilaku akselerasi. RON adalah angka oktan yang paling umum digunakan di seluruh duinia. RON ditentukan dengan mengisi bahan bakar ke dalam mesin uji dengan rasio kompresi variabel dengan kondisi yang teratur. Nilai RON diambil dengan membandingkan campuran antara iso-oktana dan n-heptana. Misalnya, sebuah bahan bakar dengan RON 88 berarti 88% kandungan bahan bakar itu adalah iso-oktana dan 12%-nya n-heptana.

Menurut DIN EN 228, RON bensin Super minimal harus 95,0 dan minimal 98,0 untuk bensin Super Plus. DIN EN 228 adalah standar Eropa yang menetapkan persyaratan dan metode pengujian untuk bensin tanpa timbal yang dipasarkan dan dikirimkan. RON BBM yang dipasarkan biasanya lebih tinggi dari minimum yang ditentukan.

mobil tangki bbm pertamina

 

Angka Oktan Motor (MON)

Motor Octane Number (MON) atau angka oktan motor menggambarkan perilaku bahan bakar di dalam mesin pada suhu dan kecepatan tinggi – rentang kecepatan penuh, sebanding dengan mengemudi cepat di jalan raya. MON ditentukan pada kecepatan mesin 900 rpm dan bukan 600 rpm seperti pada RON. Pengujian MON menggunakan mesin tes dengan campuran dipanaskan bahan bakar, kecepatan mesin yang lebih tinggi, dan variabel waktu pengapian.

Menurut DIN EN 228, MON untuk bensin Super minimal harus 85,0 dan minimal 88,0 untuk bensin Super Plus. Karena sifat produknya, MON biasanya berada pada batas spesifikasi. Bergantung komposisinya, bensin yang dipasarkan memiliki MON sekitar 8 sampai 12 oktan lebih rendah dari RON, tapi tidak ada hubungan langsung antara RON dan MON. Spesifikasi bensin yang dipasarkan di SPBU harus memenuhi standar RON dan MON minimal yang ditentukan.

 

Anti-Knock Index (AKI)

Beberapa negara menampilkan RON pada stasiun pengisian BBM, diantaranya Australia, Selandia Baru, dan beberapa negara di Eropa. Sementara beberapa negara lainnya seperti Amerika Serikat, Kanada, Brasil, dan beberapa negara lain, menampilkan rata-rata dari RON dan MON, disebut Anti-Knock Index (AKI). AKI kadang dituliskan di stasiun pengisisn BBM sebagai (R+M)/2. Terkadang AKI disebut sebagai Posted Octane Number (PON).

Spbu pertamina

 

Resistensi Ketukan (Kock Resistance)

Knock resistance atau resistennsi ketukan adalah kemampuan bahan bakar untuk tidak menyala sendiri dan terbakar dengan cara yang tidak terkendali saat bahan bakar dikompresi. Artinya campuran udara-bahan bakar di dalam mesin tidak hanya tersulut oleh percikan api, tetapi juga oleh kompresi. Angka oktan menggambarkan fenomena ini dalam kondisi yang ditentukan.

Angka oktan yang tinggi dapat membantu meningkatkan efisiensi dan kinerja mesin. Namun, angka oktan bukanlah ukuran kandungan energi atau pembakaran yang lebih baik. Performa lebih tinggi hanya dapat dicapai dengan menyesuaikan parameter mesin dengan bahan bakar, tidak hanya dengan mengisi bahan bakar dengan bensin beroktan lebih tinggi.

 

Penentuan Angka Oktan

Angka oktan (RON, MON) dapat ditentukan dengan menggunakan satu atau lebih bahan bakar pembanding yang dicampur di lab uji. Indikator pemeriksaan mesin uji digunakan untuk menunjukkan apakah bahan bakar pembanding dan sampel memiliki ketahanan ketukan yang sama. “Mesin uji CFR” dapat digunakan untuk pengujian ini. Mesin uji CFR adalah mesin bensin 4 langkah dengan silinder kompresi yang dapat disesuaikan. Nama CFR diambil dari Cooperative Fuel Research Committee, yang mengembangkan metode dan mesinnya. Mesin uji CFR memiliki hingga empat tangki, yang dapat diaktifkan satu per satu dengan mesin menyala.