Apa itu DPI dalam Pencetakan (Printing) Gambar Digital?

Arti dpi pada pencetakan gambar digital

Penggunaan komputer sebagai alat bantu yang serbaguna telah terbukti  mempermudah pekerjaan. Saat diperkenalkan pertamakali, komputer dianggap sebagai alat bantu kalkulasi yang sangat mutakhir bagi matematikawan, fisikawan dan insinyur. Namun saat ini komputer adalah piranti yang mengeksekusi berbagai aplikasi yang dapat dimanfaatkan dalam segala bidang.

Salah satu pemanfaatan komputer yang paling umum adalah untuk membuat, mengedit, dan mencetak gambar. Hebatnya software atau aplikasi dapat melakukan banyak hal dalam pengelolaan dokumen gambar. Saat anda membuat sebuah gambar digital dengan komputer, ponsel maupun kamera digital, anda dapat membuat pengaturan untuk medapatkan hasil pencetakan terbaik dengan optimasi ukuran file yang disimpan.

Saat melakukan pencetakan (printing) gambar, anda harus menentukan resolusi pencetakan yang sesuai kebutuhan. Resolusi pencetakan mempengaruhi kualitas dan detil gambar yang dicetak pada kertas atau media lainnya. Memahami kebutuhan pencetakan membantu anda dalam mempersiapkan dokumen gambar sebelum gambar tersebut dibuat.

Resolusi pencetakan dinyatakan dalam angka DPI. Apa itu DPI? Berapa seting angka DPI pencetakan yang anda perlukan? Berikut ini penjelasan mengenai angka DPI dan pilihan angka DPI yang sesuai dengan kebutuhan anda.

Printer epson ET-8500

 

Pengertian DPI

DPI singkatan dari “dots per inch” yang secara harfiah berarti “titik per inci”. Definisi DPI adalah ukuran jumlah titik yang dapat ditempatkan dalam garis sepanjang 1 inch (catatan: 1 inch = 2,54 cm). DPI adalah satuan ukuran resolusi dokumen tercetak atau pindaian digital. Semakin tinggi kerapatan titik, semakin tinggi resolusi cetak atau pindai (scan).

Semakin tinggi DPI, semakin tajam gambarnya. Gambar beresolusi lebih tinggi memberikan informasi lebih lanjut kepada printer dan perangkat pencetakan. Anda bisa mendapatkan lebih banyak detail dan resolusi yang lebih besar dari gambar dengan DPI yang lebih tinggi.

DPI yang lebih rendah akan menghasilkan gambar dengan lebih sedikit titik dalam pencetakan. Tidak peduli seberapa hebat printer anda, gambar beresolusi rendah tidak dapat menghasilkan pencetakan gambar berkualitas tinggi.

Demikian pula, monitor akan mengukur pixel per inch (PPI), dari tampilan video. Biasanya, printer harus menawarkan DPI yang lebih tinggi agar sesuai dengan kualitas warna dan resolusi PPI tampilan video. Ini karena terbatasnya rentang warna dalam pekerjaan cetak.

Gambar cetak resolusi medium dan resolusi rendah

 

Kategori DPI Pencetakan

Mari kita tinjau beberapa standar dan pedoman penggunaan DPI dalam layanan pencetakan. Perlu diingat, anda akan membutuhkan printer atau layanan cetak yang lebih baik dan lebih mumpuni untuk menghasilkan hasil cetak yang lebih berkualitas dan beresolusi tinggi.

 

1, Gambar Resolusi Rendah

Gambar dianggap beresolusi rendah adalah 150 dpi atau kurang. Untuk cetak, 150 dpi dianggap pencetakan berkualitas rendah, meskipun 72 dpi dianggap ukuran standar untuk web. Gambar beresolusi rendah akan kabur dan mengalami pikselasi setelah dicetak dengan seting dpi lebih tinggi.

Untuk tujuan bisnis, gambar beresolusi rendah cocok untuk memindai dokumen teks dan menyimpan catatan secara digital. Komunikasi internal kantor dapat direproduksi dengan resolusi rendah, tetapi apa pun yang digunakan di luar kantor harus lebih tinggi dari 150 dpi. Bagaimanapun, kualitas pencetakan harus mewakili bisnis anda.

 

2. Gambar Resolusi Medium

Gambar resolusi medium memiliki antara 200 – 300 dpi. Standar industri untuk kualitas foto dan gambar biasanya 300 dpi. Untuk bisnis, memproduksi dokumen eksternal seperti brosur, buklet, atau selebaran membutuhkan 300 dpi. Anda mungkin bisa menggunakan 250 dpi jika anda kurang peduli dengan kualitas dan resolusi pencetakan.

Materi pemasaran atau jaminan apa pun yang dihasilkan harus, minimal, 300 dpi. Buklet, pamflet, laporan, dan lembar penjualan semuanya harus dicetak pada 250 – 300 dpi atau lebih. Aturan yang baik untuk diikuti adalah jika ragu, pilih dpi yang lebih tinggi.

Printer Canon PIXMA MegaTank G3520

 

3. Gambar Resolusi Tinggi

Sebagian besar bisnis menganggap 600 dpi atau lebih sebagai gambar atau cetakan beresolusi tinggi. Gambar beresolusi tinggi membutuhkan lebih banyak memori untuk disimpan dan membutuhkan waktu lebih lama untuk dipindai (di-scan). Menyimpan gambar resolusi tinggi relatif lebih boros ruang penyimpanan hard drive atau server. Banyak printer desktop tidak dapat mereproduksi gambar berkualitas tinggi dan beresolusi tinggi. Layanan cetak profesional seringkali merupakan solusi terbaik untuk gambar beresolusi tinggi.

Perlu diingat, untuk gambar dengan resolusi tinggi, anda sebetulnya sangat sulit membedakan kualitas dua gambar yang memiliki resolusi yang berbeda. Setiap cetakan di atas 1.200 dpi akan memberikan peningkatan yang praktis tidak terlihat oleh mata telanjang. Anda tidak akan dapat melihat perbedaan apa pun di antara dokumen. Hanya fotografer atau seniman profesional dengan karya yang sangat detail yang membutuhkan resolusi setinggi itu.

 

Faktor Lain Yang Mempengaruhi Kualitas Cetak

DPI bukan satu-satunya faktor yang menentukan resolusi dan kualitas cetak. Seringkali, faktor-faktor lain ini dapat lebih berdampak pada kualitas dan resolusi.

Misalnya, terkadang pengguna akan mengubah resolusi gambar di perangkat lunak seperti Photoshop. Ini akan meningkatkan DPI, tetapi tidak akan mengubah atau meningkatkan kualitas gambar. Pixel dalam gambar lebih besar, menghasilkan gambar terpikselisasi, hampir tidak dapat dicetak. Ini dikenal sebagai upsampling.

Printer, dan tinta yang digunakan dalam printer, juga dapat mempengaruhi hasil cetak. Printer laser jet menggunakan toner yang tidak merembes ke kertas, menghasilkan gambar yang lebih tajam. Printer inkjet akan merembes ke dalam kertas, yang dapat menurunkan tampilan titik per inch untuk pekerjaan yang dicetak.