Arti Angka DOT pada Minyak Rem (Brake Fluid)

Arti angka dot pada minyak rem mobil motor

Rem adalah sistem pengendalian dan sekaligus keselamatan yang paling utama bagi sebuah kendaraan baik mobil maupun sepeda motor. Kegagalan dalam pengereman dapat menyebabkan kecelakaan serius. Oleh karena itu sistem rem adalah salah satu item wajib yang harus dicek setiap kali perawatan kendaraan.

Kegagalan pengereman merupakan salah satu faktor terbesar dalam terjadinya kecelakaan terutama kecelakaan tunggal. Anda akan kesulitan mengendalikan kendaraan yang remnya tidak berfungsi. Hal ini terutama pada kecepatan tinggi atau kondisi jalan ekstrim seperti tanjakan, turunan, tikungan, jalan licin, jalan miring, jalan tidak rata, jalan tergenang, atau jalan yang ramai.

Bagi anda yang biasa mengendarai kendaraan pribadi, mungkin akan menyadari bila ada gejala yang “tidak beres” pada sistem rem kendaraan anda. Dalam kondisi ini kendaraan harus segera dicek ke bengkel perawatan untuk memastikan sistem pengeremen dalam kondisi layak. Hal ini untuk menjamin keamanan kendaraan dan tentu saja keselamatan pengendara beserta penumpang.

Mengendarai kendaraan yang terbukti mengalami masalah rem dapat memiliki implikasi hukum. Jika anda mengalami kecelakaan yang merugikan orang lain, tuntutan hukum yang akan anda terima akan lebih berat dibandingkan jika kendaraan anda dalam kondisi prima. Selain itu pihak perusahaan asuransi mungkin tidak akan mengabulkan klaim anda, berdasarkan klausul pada kontrak yang sudah anda tandatangani.

Tangki minyak rem mobil

Anda selaku pemiliki kendaraan dapat melakukan pengecekan visual pada sistem rem. Salah satunya dengan mengecek tangki minyak rem. Jika volume tangki berkurang sampai di bawah batas rekomendasi, maka minyak rem perlu ditambah. Namun perlu diperhatikan kesesuaian minyak rem yang anda gunakan untuk kendaraan anda.

Minyak rem atau lebih tepatnya fluida rem (brake fluid) memiliki spesifikasi yang beragam yang ditandai dengan kode angka DOT. Apa itu angka DOT? Berikut pembahasan mengenai perbedaan angka DOT pada minyak rem kendaraan.

 

Apa Itu Minyak Rem (Brake Fluid)?

Minyak rem adalah larutan kimia cair yang digunakan dalam sistem pengereman hidrolik kendaraan modern. Secara harfiah brake fluid berarti fluida rem. Cairan ini dirancang sebagai fluida kerja pada sistem pengereman dalam mentransfer gaya injakan kaki pada pedal rem untuk diubah menjadi tekanan yang cukup untuk mengurangi putaran roda saat kendaraan berjalan. Tanpa sistem pengereman yang melibatkan minyak rem ini, kekuatan kaki anda tidak akan cukup untuk menghentikan kendaraan anda.

Minyak rem harus diformulasikan dengan tepat agar efektif. Minyak rem membutuhkan viskositas (kekentalan) konstan di seluruh rentang suhu yang lebar. Cara terbaik untuk menentukan jenis minyak rem yang tepat untuk mobil anda adalah dengan mengecek buku manual kendaraan anda atau bertanya pada ahli perawatan mobil. Pabrikan telah menuliskan spesifikasi minyak rem pada tutup tabung minyak rem.

Tutup tabung minyak rem suzuki aerio

 

Peran Minyak Rem dalam Sistem Rem Kendaraan

Jadi apa sebenarnya yang dilakukan minyak rem saat anda menginjak pedal rem? Pertama, gaya dari kaki anda ditingkatkan oleh booster vakum tepat di belakang pedal. Gaya yang didorong ini mengaktifkan master silinder, yang mendorong minyak rem bertekanan ke dalam saluran rem. Semakin keras anda menekan pedal rem, semakin tinggi tekanan cairan, yang meningkatkan gaya henti yang diterapkan oleh rem.

Dari sana, minyak rem mengalir melalui saluran rem hingga mencapai caliper (atau silinder roda pada rem tromol) di setiap roda. Pada saat itu, cairan bertekanan memaksa satu set piston untuk mendorong bantalan rem melawan rotor yang berputar. Mekanisme ini bekerja karena cairan – termasuk minyak rem – tidak dapat dimampatkan, artinya dapat bertindak sebagai kekuatan padat di bawah tekanan, meskipun bergerak sebagai cairan. Ketika bantalan rem bergesekan dengan rotor, gesekan menyebabkan roda melambat dan akhirnya berhenti.

Mengesankan, semua ini terjadi dalam sekejap mata. Namun jika minyak rem anda menjadi buruk atau terlalu sedikit, rem tidak akan responsif — atau lebih buruk lagi, rem mungkin tidak berfungsi sama sekali. Itulah mengapa penting untuk memeriksakan minyak rem kendaraan secara rutin.

Tabung minyak rem honda scoopy stylish

 

Jenis-Jenis Minyak Rem Berdasarkan Angka DOT

Ada beberapa jenis minyak rem yang secara garis besar dikelompokkan dalam 2 kategori yaitu: minyak rem berbasis glikol dan minyak rem berbasis silikon.

Minyak rem berbasis glikol termasuk DOT3, DOT4, Super DOT4 dan DOT5.1. DOT5 adalah minyak rem berbahan dasar silikon. Sebagian besar mobil menggunakan DOT4. Periksa buku panduan kendaraan anda untuk memastikan minyak rem yang sesuai dengan kendaraan anda.

Secara umum, semakin rendah angka DOT, semakin rendah titik didih fluida. Dalam operasi normal, minyak rem berbentuk cair dan tidak dapat dimampatkan, sehingga bantalan rem (brake pad) dan sepatu rem (brake shoe) dapat dioleskan dengan baik.

Namun, setelah dikendarai dengan intens, misalnya setelah beberapa putaran di trek balap atau saat menuruni bukit yang panjang dan curam, suhu tinggi yang disebabkan oleh gesekan bantalan pada rotor dapat menyebabkan minyak rem mendidih dan mulai berubah fasa menjadi gas.

Dalam fasa gas, fluida rem menjadi kompresibel, yang membuat pedal rem terasa kenyal, dan mengurangi efisiensi pengereman. Kondisi ini berbalik setelah minyak rem mendingin.

Cakram rem motor kawasaki ninja

Inilah sebabnya mengapa memiliki minyak rem yang tepat untuk kondisi mengemudi sangat penting.

Titik didih basah minyak rem: DOT3 140 oC (284F); DOT4 155 oC (311F); Super DOT4 195 oC (383F); DOT 5.1 185 oC (365F).

Minyak rem berbasis glikol memiliki dua kelemahan yaitu: bersifat higroskopis (menarik air) dan perlu diganti setiap beberapa tahun karena efisiensi pengereman akan berkurang ketika menyerap air.

Minyak rem juga menimbulkan korosi pada permukaan yang dicat, jadi berhati-hatilah saat mengisinya.

Minyak rem DOT5 berbahan dasar silikon dan memiliki titik didih basah 185 oC (365F). Itu tidak menyerap air atau merusak permukaan yang dicat tetapi tidak dapat digunakan di mobil jalan karena tidak melumasi pompa ABS. Selain itu, DOT5 mengompres lebih banyak daripada minyak rem glikol, memberikan pedal rem yang lebih spon.

Jangan pernah mencampur jenis minyak rem (bahkan yang berbahan dasar glikol) dan selalu ganti tutup botolnya. Sangat direkomendasikan membeli minyak rem baru setiap kali anda mengisi ulang atau menggantinya, untuk menghindari kemungkinan kontaminasi air.