Bagaimana Cara Kerja Meteran Laser (Laser Distance Meter)?

Laser distance meter

Secara tradisional pengukuran jarak dapat dilakukan menggunakan alat-alat ukur jarak sederhana seperti mistar ukur, meteran pita, atau meteran roda. Namun adakalanya pengukuran jarak menjadi tidak sederhana jika dilakukan di lingkungan yang sulit, sempit, atau berbahaya. Selain itu jarak yang relatif jauh membutuhkan pengukuran berulang yang memakan waktu dan tenaga. Teknologi pengukuran menggunakan laser telah dikembangkan untuk mempermudah pengukuran jarak dan mengatasi keterbatasan lingkungan.

Sekarang ini penggunaan alat pengukur jarak laser telah semakin populer. Alat ukur jarak ini didasarkan pada bagaimana laser memantul dari permukaan. Untuk mengukur jarak, perangkat mengirimkan pulsa sinar laser ke arah objek. Waktu yang diperlukan pulsa untuk sampai ke objek dan kembali menentukan pengukuran jarak antara alat ukur dengan objek. Alat yang didasarkan pada teknologi ini disebut “laser distance meter” atau pengukur jarak laser, dan alat ini termasuk kategori alat ukur yang tidak perlu bersentuhan dengan titik yang diukur.

 

Prinsip Pengukuran Jarak Dengan Meteran Laser

Kata “laser” adalah singkatan dari “Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation,” dan alat pengukur yang menggunakan teknologi ini menghitung jarak dengan mengukur “waktu terbang” untuk pancaran cahaya inframerah yang sangat singkat. Setiap benda padat akan memantulkan persentase tertentu dari energi cahaya yang dipancarkan dari suatu titik, tetapi bahkan sebagian kecil dari cahaya yang dipantulkan dapat ditangkap oleh detektor pengukur laser.

Cara kerja alat ukur jarak laser

Karena kecepatan cahaya konstan, perangkat mencatat waktu yang diperlukan sinar laser untuk mencapai target dan kembali untuk mengukur jarak dengan sangat presisi. Komputer sederhana di dalam pengukur jarak laser dapat menghitung jarak target. Karena pulsa bergerak dengan kecepatan sangat tinggi dan sangat fokus, pengukuran jarak bisa sangat akurat pada rentang jarak meter dan kilometer. Sebenarnya, metode ini akan memungkinkan alat mengukur jarak dalam beberapa centimeter, tetapi akan menjadi kurang akurat pada jarak yang lebih dekat.

Karena laser adalah sinar cahaya yang sangat terfokus dan intens (yang biasanya berfrekuensi tunggal), laser bergerak melalui atmosfer dengan kecepatan yang cukup konstan dan pada jarak yang lebih jauh sebelum divergensi (yang merupakan pelemahan dan penyebaran berkas cahaya) mengurangi efektivitas pita pengukur laser. Laser juga lebih kecil kemungkinannya untuk menyebar daripada cahaya putih biasa, sehingga dapat melakukan perjalanan lebih jauh tanpa kehilangan intensitasnya. Tidak seperti cahaya putih, pulsa laser akan mempertahankan sebagian besar intensitas aslinya saat dipantulkan dari target. Ini sangat penting dalam menghitung jarak suatu objek.

 

Keuntungan Menggunakan Meteran Laser

Menggunakan pengukur jarak laser akan memberikan beberapa keuntungan antara lain: cepat, mudah digunakan (hanya mengarahkan alat dan menekan tombol), dapat dilakukan seorang diri, serta dapat mengatasi rintangan fisik (ruang sempit, panas, lokasi berbahaya). Oleh karena itu alat ini banyak digunakan dalam oleh insinyur, arsitek, surveyor, tukang bangunan, agen real estate, dsb.

 

Keterbatasan Meteran Laser

Keakuratan pita pengukur laser akan tergantung pada pulsa asli yang dipantulkan kembali ke perangkat. Sementara sinar laser sangat sempit dan memiliki banyak energi, ia dipengaruhi oleh distorsi atmosfer yang sama dengan yang mempengaruhi gelombang cahaya normal. Hal ini dapat mempersulit untuk mendapatkan pembacaan jarak yang akurat, terutama jika suatu objek berada di dekat tanaman hijau atau lebih dari satu kilometer jauhnya di medan gurun.

Bahan yang berbeda juga akan memantulkan cahaya pada level yang berbeda-beda. Bahan tersebut bahkan dapat menyerap atau menyebarkan cahaya (disebut difusi), yang dapat mengurangi kemungkinan pulsa laser asli dipantulkan Kembali secara memadai.

Untuk memastikan keandalan, pengukur jarak laser akan memiliki beberapa cara untuk meminimalkan jumlah cahaya latar karena terlalu banyak dapat mengganggu akurasi pengukuran. Jika sensor salah mengira beberapa bagian dari cahaya latar sebagai pulsa laser yang dipantulkan, maka dapat menyebabkan pembacaan jarak yang salah.