Cara Membaca Kode Ukuran Ban Mobil

Ban mobil

Saat ini mobil tersedia di pasaran dengan beragam model dan ukuran. Setiap pabrikan menentukan spesifikasi teknis mobil yang diproduksi. Hal ini membantu konsumen untuk memilih kendaraan dengan spesifikasi dan preferensi yang sesuai dengan kebutuhan.

Spesifikasi teknis mobil juga membantu dalam hal perawatan. Konsumen yang akan mengganti spare part akan mengacu pada spesifikasi teknis tersebut. Hal ini untuk menjamin bahwa penggantian tersebut sesuai dengan kebutuhan teknis dan keamanan kendaraan.

Ban adalah salah satu komponen penting bagi sebuah mobil. Secara berkala atau menurut kondisi fisiknya, ban harus diganti. Penggantian ini terutama untuk alasan keamanan dan kenyamanan.

Jika anda mengganti ban di bengkel resmi, anda mungkin tidak perlu mengkhawatirkan tentang kesesuaian spesifikasi ban untuk mobil anda. Namun jika anda akan menggantinya sendiri atau anda berniat menggunakan merk atau tipe yang berbeda, anda sebaiknya mengetahui ukuran ban yang cocok bagi mobil kesayangan anda.

Sebenarnya informasi lengkap mengenai ukuran ban dapat anda lihat di sisi ban dalam bentuk kode tertentu. Hanya saja banyak orang yang awam mengenai cara membaca kode ukuran ban tersebut. Jika anda adalah termasuk orang yang masih awam mengenai kode ukuran ban, berikut penjelasannya.

­Pada dasarnya ukuran ban dinyatakan dalam beberapa parameter. Parameter standar ukuran ban adalah sebagai berikut:
1. Lebar Ban
2. Rasio aspek (Aspect Ratio)
3. Diameter Pelek
4. Indeks Beban (Load index)
5. Indeks Kecepatan (Speed Index)

Kode ukuran ban mobil

 

Lebar ban

Lebar ban diukur dalam milimeter (mm) dan untuk sebagian besar ban mobil selalu diakhiri dengan angka ‘5’. Lebar ban penting karena dapat mempengaruhi performa mobil dan konsumsi bahan bakarnya. Contact patch atau bidang kontak adalah luasan karet yang bersentuhan dengan jalan. Bidang kontak ban memengaruhi cengkeraman ban dan hambatan gelinding (rolling resistance). Semakin besar bidang kontak, semakin besar cengkeraman tetapi semakin tinggi hambatan gelinding, sehingga penghematan bahan bakar lebih rendah.

 

Rasio Aspek (Aspect Ratio)

Rasio aspek – sering sebagai ‘profil’ – pada dasarnya adalah perbandingan tinggi dinding samping ban dari pelek ke permukaan tapak terhadap lebar ban dalam angka persen. Jadi, jika sebuah ban memiliki aspek rasio 65, itu berarti tinggi dinding samping ban adalah 65% dari lebar ban. Semakin rendah profil ban maka semakin “ceper” ban tersebut.

Ban profil rendah (kurang dari 50%) mengharuskan dinding samping lebih kaku, sementara dinding samping profil tinggi (lebih dari 50%) memberikan lebih banyak kelenturan untuk melindungi anda dari gundukan dan lubang. Dengan demikian, ban profil tinggi cenderung memberikan kenyamanan lebih. Sementara itu, ban profil rendah cenderung memberikan pengendalian yang lebih baik karena dinding samping yang lebih kaku membuat ban tidak banyak bergerak saat menikung.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, ban profil rendah (yang memungkinkan pelek yang lebih besar dipasang) lebih sering dipilih untuk alasan estetika daripada manfaat kinerjanya.

 

Diameter Pelek

Diameter pelek adalah diameter roda logam yang membingkai ban. Mayoritas roda mobil diukur dalam satuan inch dan umumnya berkisar dari 12 “sampai 22”.

Roda dan ban berdiameter lebih besar lebih disukai untuk kendaraan berperforma tinggi karena tapaknya memiliki kelengkungan yang tidak terlalu mencolok. Ini menciptakan bidang kontak yang lebih besar dan cengkeraman yang besar, yang penting untuk mobil yang bertenaga dan untuk memaksimalkan kinerja pengendalian saat menikung. Dikombinasikan dengan ban profil rendah (ceper), roda berdiameter besar sekarang dipasang pada sebagian besar mobil modern lebih untuk alasan meningkatkan estetika daripada kinerja roda.

Sementara angka menunjukkan diameter pelek dalam inch, huruf sebelum angka menunjukkan jenis konstruksi yang digunakan dalam casing ban. Dalam hal ini, ‘R’ adalah singkatan dari konstruksi Radial, yang cukup universal untuk ban mobil modern. Contoh lain termasuk “B” untuk Bias-ply atau “D” untuk konstruksi Diagonal, biasanya hanya ditemukan pada mobil dari tahun 1960-an atau sebelumnya.

 

Indeks Beban (Load Index)

Indeks beban ban menunjukkan berat maksimum yang dapat ditopang oleh ban dengan aman. Cara mengukur kapasitas berat ban ini relatif modern dan diperkenalkan untuk memberikan metode perbandingan ban yang lebih konsisten. Anda dapat mengecek indeks beban yang sesuai dengan mobil anda menggunakan “tabel indeks beban ban” di bawah ini.

 

Tabel indeks beban atau load index ban mobil

Memberi beban lebih daripada yang dapat ditopang ban dengan aman adalah berbahaya. Hal ini dapat membuat mobil tidak stabil dan dapat menyebabkan ban bocor.

Ban pada mobil penumpang biasanya memiliki indeks beban antara 75 dan 104, setiap nomor indeks memiliki bobot beban spesifik yang sesuai sehingga mobil dapat dikendarai dengan aman.

 

Indeks Kecepatan (Speed Index)

Indeks kecepatan dinyatakan dalam bentuk kode huruf. Indeks kecepatan menyatakan kecepatan maksimum yang dapat dijalankan ban dengan aman selama maksimum 10 menit sambil mendukung berat maksimum yang ditunjukkan oleh indeks bebannya. Tabel di bawah ini menunjukkan kode indeks kecepatan yang bersesuaian dengan besaran kecepatan dalam mph dan kmh.

Tabel indeks kecepatan ban mobil

Mengemudi dengan kecepatan di luar batas aman desain ban bisa berbahaya. Ban tidak akan bekerja dengan baik pada kecepatan yang lebih tinggi dan kelebihan beban dapat menyebabkan ban gagal fungsi – dan pada kecepatan jalan raya, hal itu dapat menyebabkan kecelakaan serius.

Adalah hal yang dapat diterima, legal, dan aman untuk memasang ban indeks kecepatan yang lebih tinggi daripada ban bawaan asli mobil, tetapi tidak sebaliknya. Namun perlu diperhatikan, apakah perubahan ini termasuk perubahan spek yang dapat membatalkan asuransi mobil anda.