Cara Membandingkan Angka Pecahan Biasa dengan Pecahan Desimal

Pecahan biasa dan pecahan desimal

Angka pecahan biasanya digunakan untuk menyatakan porsi dan perbandingan (rasio). Penggunaan pecahan biasa umumnya untuk menyatakan angka pecahan sederhana seperti 1/2, 1/3, 1/8, dan lain sebagainya. Contoh penggunaan pecahan sebagai angka perbandingan adalah rasio lebar terhadap tinggi layar digital (TV, monitor, smartphone) yaitu 16/9, 9/16, dan 4/3.

Angka pecahan desimal biasanya digunakan untuk menyatakan angka dalam bentuk formal misalnya besaran dalam fisika. Kelemahan bilangan pecahan desimal adalah kemungkinan adanya pembulatan karena adanya urutan angka berulang yang tidak terbatas. Misalnya angka pecahan 1/3 jika dituliskan dalam bentuk desimal maka nilainya adalah 0,33333…… sehingga penulisannya disederhanakan sesuai dengan kebutuhan berapa angka di belakang koma yang diinginkan. Dalam hal ini angka pecahan 1/3 dapat ditulis 0,3 atau 0,33 atau 0,333 atau 0,3333 dan seterusnya.

Angka pecahan persen digunakan untuk menyatakan porsi atau rasio yang tidak harus eksak. Karena tujuannya untuk menyatakan rasio yang tidak harus eksak, angka persen seringkali disederhanakan misalnya menghilangkan angka desimal (angka di belakang koma) atau hanya menuliskannya satu atau dua angka saja di belakang koma. Misalnya angka 1/3 dalam persen bisa dituliskan dengan 33% atau 33,3% atau 33,33%.

 

Mengubah Pecahan Biasa Menjadi Pecahan Desimal

Untuk mengubah pecahan biasa menjadi pecahan desimal dapat dilakukan dengan membagi pembilang dengan penyebut pecahan. Pecahan 1/2 diubah menjadi pecahan desimal dengan membagi angka 1 dengan angka 2 hasilnya adalah 0,5.

Pecahan 1/4 = 1:4 = 0,25
Pecahan 3/8 = 3:8 = 0,375
Pecahan 1/5 = 1:5 = 0,2
Pecahan 3/5 = 3:5 = 0,6

 

Membandingkan Pecahan Biasa dengan Pecahan Desimal

Dua angka pecahan akan lebih mudah dibandingkan jika keduanya dalam bentuk pecahan yang sejenis. Untuk membandingkan angka pecahan biasa dengan pecahan desimal dapat dilakukan dengan mengubah pecahan biasa menjadi pecahan desimal, sehingga yang dibandingkan adalah dua angka desimal. Langkah-langkah membandingkan angka pecahan biasa dengan angka pecahan desimal adalah sebagai berikut.

  1. Ubah angka pecahan biasa menjadi angka pecahan desimal. Anda dapat menyamakan banyaknya angka di belakang koma dengan menambahkan angka 0 di sebelah kanan angka desimal.
  2. Bandingkan kedua angka desimal tersebut.

Misalnya kita ingin menentukan mana angka yang lebih besar 1/8 dan 0,24?
Untuk membandingkan kedua angka pecahan tersebut kita perlu mengubah pecahan biasa 1/8 menjadi pecahan desimal.
1/8 = 1:8 = 0,125
Angka 0,25 > 0,124
Jadi angka 1/8 lebih besar dari 0,124.

 

Contoh Cara Membandingkan Angka Pecahan Biasa dengan Angka Pecahan Desimal

Berikut ini beberapa contoh cara membandingkan angka pecahan biasa dengan angka pecahan desimal menggunakan langkah-langkah di atas.

Contoh Soal 1
Soal: Manakah bilangan pecahan yang lebih besar 7/8 dan 0,85 ?
Jawab:
7/8 = 7:8 = 0,875
0,875 > 0,850
Jadi angka 7/8 lebih besar dari 0,85

Contoh Soal 2
Soal: Manakah angka yang lebih besar 1,15 dan 7/5 ?
Jawab:
7/5 = 7:5 = 1,2
1,20 > 1,15
Jadi angka 7/5 lebih besar dari 1,15

Contoh Soal 3
Soal: Manakah angka pecahan yang lebih besar 3/8 dan 0,4 ?
Jawab:
3/8 = 3:8 = 0,375
0,400 > 0,375
Jadi angka 0,4 lebih besar dari 3/8

Contoh Soal 4
Soal: Manakah yang lebih besar 1/3 dan 0,33 ?
Jawab:
1/3 = 1:3 = 0,333
0,333 > 0,330
Jadi angka 1/3 lebih besar dari 0,33