Cara Menghitung Poin Balap Mobil Formula 1 (F1)

Grand prix F1

Jika anda penggemar balap mobil F1, anda pasti paham tentang bagaimana klasemen pembalap maupun tim konstruktor ditentukan. Klasemen pembalap dan konstruktor ditentukan berdasarkan perhitungan poin kumulatif yang diperoleh pembalap dan tim konstruktor. Jika anda masih belum paham lebih detil bagaimana cara menghitung poin dalam balap mobil F1, berikut ini pembahasannya.

Perhitungan poin dalam balam F1 sebenarnya cukup sederhana! Ada sepuluh tim di grid yang memperebutkan dua gelar: Pembalap dan Konstruktor. Setiap tim memiliki dua pembalap, dan dalam setiap balapan di kalender F1, ke-20 pembalap tersebut berusaha finis di sepuluh besar dan mencetak poin sebanyak mungkin.

 

Sistem Poin dalam Balapan F1

Hanya sepuluh pembalap teratas yang bisa mendapatkan poin – dengan pemenang mendapat 25 poin, pembalap peringkat kedua mendapat 18 poin, dan pembalap peringkat ketiga mendapat 15 poin. Jumlah poin berkurang untuk setiap posisi hingga ke posisi 10, yang bernilai satu poin saja. Pembalap yang finis di luar 10 besar tidak akan mendapat poin.

Posisi 1: 25 poin
Posisi 2: 18 poin
Posisi 3: 15 poin
Posisi 4: 12 poin
Posisi 5: 10 poin
Posisi 6: 8 poin
Posisi 7: 6 poin
Posisi 8: 4 poin
Posisi 9: 2 poin
Posisi 10: 1 poin

Pembalap juga bisa mendapatkan poin ekstra dengan menetapkan putaran tercepat dalam balapan. Namun, poin tambahan ini hanya diberikan jika pembalap finis di sepuluh besar.

Balap mobil F1 monaco

 

Sistem Poin dalam Sprint F1

Pada tahun 2021, balapan sprint telah diperkenalkan untuk menambah keseruan balapan akhir pekan. Balapan ini lebih pendek dari balapan biasa, dimana pembalap menempuk jarak di lintasan sejauh 100 kilometer dalam waktu 25 atau 30 menit. Delapan finis teratas menerima poin berdasarkan uritan sebagai berikut:

Posisi 1: 8 poin
Posisi 2: 7 poin
Posisi 3: 6 poin
Posisi 4: 5 poin
Posisi 5: 4 poin
Posisi 6: 3 poin
Posisi 7: 2 poin
Posisi 8: 1 poin

 

Sistem Poin untuk Balapan yang Dipersingkat

Jika balapan menyelesaikan 75 persen atau lebih dari jarak yang dijadwalkan, poin penuh akan diberikan kepada pembalap. Namun, jika balapan gagal menyelesaikan setidaknya 75 persen jarak, sistem poin akan disesuaikan berdasarkan seberapa banyak balapan yang telah diselesaikan. Aturan baru diterapkan setelah Grand Prix Belgia 2021, yaitu tertunda selama beberapa jam karena hujan deras. Balapan hanya mampu menyelesaikan satu putaran penuh di belakang safety car sebelum dibatalkan, dan pembalap mendapat setengah poin. Namun aturan baru menyatakan bahwa tidak ada poin yang akan diberikan kecuali pemimpin balapan menyelesaikan setidaknya dua lap tanpa keterlibatan safety car atau safety car virtual.

Start balap mobil F1

Poin F1 (dua lap – 25% jarak balapan)
Posisi 1: 6 poin
Posisi 2: 4 poin
Posisi 3: 3 poin
Posisi 4: 2 poin
Posisi 5: 1 poin

 

Poin F1 (25% – 50% jarak balapan)
Posisi 1: 13 poin
Posisi 2: 10 poin
Posisi 3: 8 poin
Posisi 4: 6 poin
Posisi 5: 5 poin
Posisi 6: 4 poin
Posisi 7: 3 poin
Posisi 8: 2 poin
Posisi 9: 1 poin

Poin F1 (50% – 75% jarak balapan)
Posisi 1: 19 poin
Posisi 2: 14 poin
Posisi 3: 12 poin
Posisi 4: 9 poin
Posisi 5: 8 poin
Posisi 6: 6 poin
Posisi 7: 5 poin
Posisi 8: 3 poin
Posisi 9: 2 poin
Posisi 10: 1 poin

Balap mobil F1

 

Penentuan Juara Musim Balap Formula 1 (F1)

Penentuan juara berdasarkan banyaknya poin yang diraih peserta setelah semua seri balap dilaksanakan. Ada dua kejuaraan di Formula 1: satu untuk pembalap dan satu lagi untuk tim. Kejuaraan tim disebut Kejuaraan Konstruktor dan sistem penilaiannya sama dengan Kejuaraan Pembalap, namun poin untuk satu tim konstruktor merupakan gabungan dari poin kedua pembalap di tim tersebut.

Bagaimana jika dua pembalap mempunyai jumlah poin yang sama? Jika dua pembalap menyelesaikan Grand Prix terakhir dengan jumlah poin yang sama, maka juara dunia akan dinobatkan berdasarkan jumlah kemenangan. Jika kedua pembalap memiliki jumlah kemenangan yang sama, peringkat akan ditentukan berdasarkan jumlah finis di peringkat kedua, lalu peringkat ketiga. Akan selalu ada juara tunggal. Sejauh ini belum pernah sebelumnya dalam sejarah Formula 1 ada dua pembalap yang memiliki jumlah poin yang sama di akhir musim.

Bagaimana dengan poin pembalap yang pindah tim di pertengahan musim? Seorang pembalap mempertahankan poin individualnya dan tim lamanya mempertahankan poin yang diperoleh hingga perubahan terjadi. Misalnya, pada tahun 2016 Max Verstappen beralih dari Toro Rosso ke Red Bull pada pertengahan musim. Toro Rosso mempertahankan poin yang dicetak Verstappen di mobil mereka selama balapan pertama tahun ini, tetapi saat pembalap Belanda itu mewakili tim Red Bull Racing, poin tim berikutnya kemudian diberikan untuk Red Bull Racing untuk Kejuaraan Konstruktor. Klasemen pembalap hanya menunjukkan poin masing-masing pembalap, tidak peduli di tim mana mereka berlomba.