Pengertian Bundling pada Harga Barang atau Produk

Pengertian bundling pada harga barang atau produk

Perkembangan dan aktivitas bisnis merupakan salah tolok ukur dalam menilai kemakmuran masyarakat suatu wilayah atau negara. Oleh karena itu pemerintah senantiasa mendorong peningkatan kegiatan ekonomi di berbagai wilayah. Diantaranya dengan memperbaiki infrastruktur dan memberikan kemudahan-kemudahan bagi para pebisnis.

Salah satu bentuk bisnis yang paling dekat dengan masyarakat umum adalah jual-beli. Saat ini jual beli dapat dilakukan via internet. Bahkan, transaksi jual beli via internet semakin hari semakin meningkat. Hal ini tidak terlepas dari berbagai kemudahan dalam mencari barang atau produk dan kemudahan dalam bertransaksi.

Penggunaan istilah-istilah asing dalam bisnis jual-beli terkadang membingungkan konsumen yang yang kurang gaul. Hal ini terkadang menimbulkan keraguan atau kebingungan bagi konsumen saat memilih beragam produk yang ditawarkan penjual.

Salah satu istilah asing yang banyak digunakan dalam promosi dagang adalah “bundling” harga. Apa itu bundling harga? Berikut ini penjelasan tentang bundling harga beserta contohnya.

 

Pengertian Bundling pada Harga Barang/Produk

Bundling pada harga produk adalah strategi pemasaran di mana dua atau lebih produk atau layanan yang berbeda dijual bersama-sama sebagai satu paket dengan harga keseluruhan yang lebih murah daripada harga pembelian individu. Dalam istilah sederhana, bundling adalah praktik menjual beberapa produk atau layanan sebagai satu kesatuan dengan harga yang lebih menarik bagi konsumen daripada membeli masing-masing produk secara terpisah. Konsep bundling telah digunakan dalam berbagai industri, seperti teknologi informasi, perangkat lunak, telekomunikasi, makanan, dan produk konsumen lainnya.

Bundling secara harfiah berarti gabungan, tumpukan, buntalan, atau bundelan. Jadi harga bundling artinya harga gabungan. Misalkan sepasang sepasang sepatu sport merk “A” dijual seharga Rp. 500.000,- sedangkan sepasang kaos kaki sport merk “A” dijual dengan harga Rp.60.000,-. Penjual membuat harga bundling untuk sepasang sepatu sport dengan kaos kakinya Rp.535.000,-. Harga ini lebih murah daripada pembelian secara terpisah yaitu Rp.560.000,- (Rp.500.000,- plus Rp. 60.000,-).

Sepatu dan kaos kaki

 

Alasan Penjual Melakukan Bundling Harga

Bundling memiliki beberapa alasan dan manfaat bagi produsen dan konsumen:

1. Meningkatkan Nilai Produk
Bundling memungkinkan konsumen untuk mendapatkan lebih banyak nilai dari produk dengan membayar harga yang lebih rendah daripada membeli produk tersebut secara terpisah. Ini menarik bagi konsumen karena mereka merasa mendapatkan lebih banyak manfaat dengan biaya yang lebih rendah.

2. Meningkatkan Penjualan
Dengan bundling, produsen dapat mendorong jumlah penjualan produk yang kurang populer dengan mengaitkannya dengan produk yang lebih populer. Konsumen mungkin tertarik pada bundel karena ingin memperoleh produk utama dan memperoleh produk tambahan sebagai bonus.

3. Peningkatan Loyalitas Pelanggan
Bundling dapat meningkatkan loyalitas pelanggan karena konsumen merasa puas dengan keseluruhan paket produk yang mereka dapatkan. Ini dapat menyebabkan konsumen kembali untuk membeli lebih banyak bundel di masa depan.

4. Efisiensi Pemasaran dan Distribusi
Dengan bundling, produsen dapat menghemat biaya pemasaran dan distribusi karena mereka hanya perlu mempromosikan dan mendistribusikan satu paket produk daripada beberapa produk secara terpisah.

5. Menghadapi Persaingan
Bundling dapat digunakan sebagai strategi untuk menghadapi persaingan di pasar. Dengan menawarkan harga bundel yang menarik, produsen dapat menarik perhatian konsumen dari pesaing dan memenangkan pangsa pasar.

Fried chicken

 

Contoh-contoh Bundling Harga

Berikut ini beberapa contoh bundling harga dalam berbagai industri:

Paket Perangkat Lunak
Sebuah perusahaan teknologi informasi menawarkan paket perangkat lunak yang mencakup program pengolah kata, spreadsheet, dan presentasi dalam satu bundel dengan harga yang lebih murah daripada membeli masing-masing program secara terpisah.

Paket Ponsel dan Aksesoris
Sebuah perusahaan telekomunikasi menawarkan bundel yang mencakup ponsel, earphone, dan pelindung layar dengan harga yang lebih murah daripada membeli produk-produk tersebut secara terpisah.

Paket Liburan
Sebuah biro perjalanan menawarkan bundel liburan yang mencakup tiket pesawat, akomodasi, dan tur wisata dengan harga yang lebih terjangkau daripada membeli komponen perjalanan secara terpisah.

Paket Restoran
Sebuah restoran cepat saji menawarkan bundel yang mencakup burger, kentang goreng, dan minuman dengan harga yang lebih murah daripada membeli menu-menu tersebut secara terpisah.

 

Kesimpulan

Bundling pada harga produk adalah strategi pemasaran yang kuat yang dapat meningkatkan nilai produk, penjualan, dan loyalitas pelanggan. Dengan menggabungkan beberapa produk atau layanan ke dalam satu paket dengan harga yang lebih menarik, produsen dapat menciptakan penawaran yang menguntungkan bagi konsumen sambil meningkatkan daya saing mereka di pasar. Namun, bundling juga harus dijalankan dengan bijaksana dan perhitungan, mengingat perbedaan preferensi konsumen dan fokus pada menciptakan nilai yang nyata bagi pelanggan. Dengan pemahaman yang baik tentang manfaat bundling, produsen dapat merancang strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan penjualan dan pertumbuhan bisnis mereka.