Pengertian Garis Bujur dan Garis Lintang pada Peta

Globe dengan garis bujur dan garis lintang

Kebanyakan orang pernah menggunakan peta. Peta membantu anda mengenali letak suatu lokasi. Bagi anda yang tinggal di kota Jakarta misalnya, anda dapat mengenali lokasi kota Bandung dengan baik meskipun anda belum pernah ke Bandung dengan melihat peta kota Bandung. Di era internet peta terhubung dengan satelit sehingga penentuan lokasi suatu tempat sangatlah akurat.

Peta telah digunakan orang sejak zaman dahulu kala untuk menggambarkan letak suatu lokasi. Peta sangat penting bagi anda saat menjelajah suatu lingkungan yang tidak memiliki petunjuk jalan dan arah secara memadai misalnya di tengah hutan. Penggunaan peta sangat penting terutama dalam bidang penerbangan, pelayaran, dan penjelajahan ruang angkasa.

Lokasi-lokasi di bumi telah digambarkan dengan cukup lengkap dan akurat dalam sebuah peta bumi dan globe (peta bola bumi). Kalau kita perhatikan pada peta atau  globe terdapat garis-garis vertikal dan garis-garis horizontal. Garis- garis ini memiliki arti tersendiri yang membantu kita mengetahui lokasi suatu tempat secara lebih akurat.

Ada dua kelompok garis yang terdapat pada peta. Kedua kelompok garis tersebut adalah garis vertikal yang disebut garis bujur dan kelompok garis horizontal yang disebut garis lintang. Berikut penjelasan mengenai garis bujur dan garis lintang pada peta.

Garis bujur dan garis lintang pada peta

 

Garis Bujur

Garis bujur adalah garis khayal dari kutub utara sampai dengan kutub selatan untuk menentukan lokasi di bumi pada peta. Garis bujur atau meridian menunjukkan posisi Timur-Barat relatif terhadap bujur 0°. Sebagai patokan Bujur Timur atau Bujur Barat adalah garis bujur 0° (garis bujur utama) yang melalui kota Greenwich, di Inggris. Garis bujur yang terletak di sebelah barat bujur 0° disebut Bujur Barat (BB). Garis bujur yang terletak di sebelah timur bujur 0° disebut Bujur Timur (BT). Garis bujur barat dimulai dari bujur 0° BB sampai 180° BB. Garis bujur timur dimulai dari bujur 0° BT sampai 180° BT. Kedua garis ini berhimpit di Samudera Pasifik.

 

Garis Lintang

Garis lintang adalah garis khayal yang digunakan untuk menentukan lokasi di bumi terhadap garis khatulistiwa pada peta. Terdapat dua kelompok garis lintang yaitu garis lintang yang berada di utara khatulistiwa dan kelompok garis lintang yang berada di selatan khatulistiwa. Garis lintang yang berada di sebelah utara garis khatulistiwa disebut Lintang Utara (LU). Garis lintang yang berada di sebelah selatan garis khatulistiwa disebut Lintang Selatan (LS). Jarak masing-masing garis lintang dihitung dalam satuan derajat. Garis lintang 0° disebut juga garis khatulistiwa atau garis ekuator.

Garis bujur dan garis lintang

 

Fungsi Garis Bujur dan Garis Lintang

Garis bujur dan garis lintang digunakan untuk menyatakan lokasi di bumi. Sekarang penentuan lokasi dengan garis bujur dan garis lintang ini sangat akurat dengan teknologi GPS (global positioning system) memanfaatkan satelit. Pada umumnya, fasilitas GPS ini tersedia di smartphone. Garis bujur juga digunakan sebagai patokan untuk membagi zona waktu. Bumi berputar 360° dalam 24 jam ini setara dengan 15° dalam 1 jam. Hal inlah yang menyebabkan Indonesia terbagi menjadi 3 zona waktu yaitu waktu Indonesia bagian barat (WIB), waktu Indonesia bagian tengah (WITa), dan waktu Indonesia bagian timur (WIT). Garis lintang digunakan sebagai patokan pembagian iklim karena iklim bumi di sepanjang garis khatulistiwa sangat berbeda dengan iklim di kutub.

 

Letak Astronomis

Letak Astronomis adalah letak suatu lokasi di bumi berdasarkan garis bujur dan garis lintang. Letak astronomis Indonesia adalah pada koordinat 95º BT sampai 141º BT dan 6º LU sampai 11º LS.