Pengertian Kalender Hijriyah dan Perbedaannya dengan Kalender Masehi

Pengertian kalender hijriyah dan perbedaannya dengan kalender masehi

Dari sudut pandang astronomi atau ilmu falaq, ada dua jenis penanggalan yang paling populer yaitu penanggalan Masehi dan penanggalan Hijriyah. Kalender Masehi digunakan secara internasional sebagai penanda waktu dan hari secara internasional. Kalender Hijriyah digunakan di negara-negara Islam dan masyarakat Islam di seluruh dunia sebagai penanda hari dan waktu ibadah.

Apa itu Kalender Hijriyah, bagaimana penentuan waktu dibangun berdasarkan Kalender Hijriah, dan apa benda Kalender Hijriyah dengan Kalender Masehi? Berikut ini pembahasannya.

 

Apa Itu Kalender Hijriah?

Kalender Hijriah atau Kalender Qomariyah merupakan sistem penanggalan yang didasarkan pada peredaran Bulan mengelilingi Bumi. Kalender Hijriyah adalah kalender dengan sistem penanggalan lunar yang angka tahunnya dihitung sejak 622 Masehi berdasarkan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah.

Kata “Hijriah” berasal dari bahasa Arab yang berarti “perpindahan”. Kalender Hijriah pertama kali digunakan pada tahun 622 M, saat Nabi Muhammad SAW berhijrah dari Mekah ke Madinah. Peristiwa ini menjadi titik awal sejarah Islam dan penanda dimulainya penanggalan Hijriah.

Kalender Hijriyah atau Kalender Qomariyah memiliki peran penting dalam Islam, terutama untuk menentukan waktu ibadah seperti shalat, puasa Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri, dan Hari Raya Idul Adha.

 

Sistem Penanggalan pada Kalender Hijriah

Satu bulan dalam Kalender Hijriah dimulai dari munculnya bulan baru (hilal) setelah Matahari terbenam. Fase ini disebut sebagai 1 Hijriah. Siklus bulan ini berlangsung selama 29,5 hari, sehingga satu bulan Hijriah bisa terdiri dari 29 atau 30 hari.

Satu tahun Hijriah terdiri dari 12 bulan, dengan total 354 atau 355 hari. Jumlah hari yang berbeda ini terjadi karena siklus bulan tidak selalu sama dengan siklus Matahari.

Muharram bulan pertama dalam kalender hijriyah

Sejarah Kalender Hijriyah

Kalender Hijriyah dimulai pada bulan Muharram tahun 1 Hijriyah, yang sesuai dengan 622 Masehi dalam kalender Gregorian. Peristiwa Hijrah dianggap sebagai titik awal baru dalam sejarah Islam, dan penanggalan ini digunakan untuk mencatat peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW dan perkembangan Islam.

Penetapan awal Kalender Hijriyah dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khattab, salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW, pada masa pemerintahannya. Pemilihan tahun 622 Masehi sebagai titik awal Kalender Hijriyah didasarkan pada konsensus umat Islam bahwa Hijrah adalah peristiwa yang sangat penting dalam sejarah Islam.

 

Nama-nama Bulan dalam Kalender Hijriah

Berikut adalah nama-nama bulan dalam Kalender Hijriah:
1. Muharram
2. Safar
3. Rabiul Awal
4. Rabiul Akhir
5. Jumadil Awal
6. Jumadil Akhir
7. Rajab
8. Sya’ban
9. Ramadhan
10. Syawal
11. Dzulqaidah
12. Dzulhijjah

 

Perbedaan Kalender Hijriah dengan Kalender Masehi

Berikut adalah beberapa perbedaan utama antara Kalender Hijriah dan Kalender Masehi:

Sistem Perhitungan
Kalender Hijriah dihitung berdasarkan peredaran Bulan (29,5 hari), sedangkan Kalender Masehi dihitung berdasarkan peredaran Bumi (365,25 hari)

Jumlah Hari dalam Setahun
Jumlah hari dalam 1 tahun pada Kalender Hijriah: 354 atau 355 hari, sedangkan jumlah hari dalam setahun pada Kalender Masehi: 365 atau 366 hari.

Nama bulan hijriyah

Jumlah Hari dalam Sebulan
Jumlah hari dalam 1 bulan pada Kalender Hijriah: tidak tetap (29 atau 30 hari), sedangkan jumlah hari dalam sebulan pada Kalender Masehi: tetap (30 atau 31 hari) kecuali bulan Februasi (28 atau 29 hari).

Nama Bulan
Nama-nama bulan dalam kalender Hijriah berasal dari bahasa Arab, sedangkan nama-nama bulan dalam kalender Masehi diambil dari bahasa Latin

Awal Tahun
Awal bulan dalam kalender Hijriah pada bulan Muharram, sedangkan pada kalender Masehi dimulai pada bulan Januari.

 

Penggunaan Kalender Hijriyah

Dalam kehidupan sehari-hari umat Islam, Kalender Hijriyah digunakan untuk menentukan waktu shalat lima waktu, memperingati peristiwa-peristiwa keagamaan, dan merencanakan ibadah-ibadah lainnya seperti puasa, zakat, dan haji. Selain itu, Kalender Hijriyah juga digunakan dalam administrasi hukum Islam dan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan lainnya.

Kalender Hijriyah memiliki makna yang sangat penting dalam budaya Islam. Selain sebagai sistem penanggalan, Kalender Hijriyah juga mencerminkan nilai-nilai Islam dan sejarah umat Islam. Perayaan-perayaan agama, puasa Ramadhan, ibadah haji, dan berbagai peristiwa penting dalam sejarah Islam ditentukan berdasarkan pada Kalender Hijriyah.

Penggunaan Kalender Hijriyah juga merupakan bagian penting dari identitas keagamaan umat Islam di seluruh dunia. Ini adalah cara untuk mempertahankan dan memperkuat ikatan keagamaan dan budaya umat Islam di berbagai negara dan wilayah.

 

Kesimpulan

Kalender Hijriyah adalah sistem penanggalan yang digunakan oleh umat Islam di seluruh dunia untuk menentukan waktu dan tanggal dalam tahun Islam. Dengan dasar pada peristiwa Hijrah, Kalender Hijriyah memiliki makna dan makna yang dalam dalam budaya Islam. Ini tidak hanya berfungsi sebagai alat praktis untuk menentukan waktu ibadah dan perayaan agama, tetapi juga sebagai simbol identitas keagamaan dan budaya umat Islam di berbagai belahan dunia. Dengan demikian, Kalender Hijriyah tetap menjadi bagian integral dari kehidupan umat Islam di seluruh dunia.