Pengertian Resizing pada Foto atau Gambar Digital

Resizing pada foto atau gambar digital

Saat ini semua pengguna ponsel terbiasa dengan file digital. Meskipun kadang tidak memahami secara teknis, mereka telah terbiasa mengelola file digital. Salah satu jenis file digital yang biasa digunakan adalah foto atau gambar.

Tidak dipungkiri  bahwa popularitas medsos (media sosial) turut mendorong percepatan tingkat “melek” digital masyarakat. Salah satu yang membuat media sosial digemari adalah kemudahan dalam membagi (share) foto dan gambar. Anda dapat membagi ke medsos foto atau gambar yang anda buat sendiri. Ini memberi ruang untuk membagi hasil kreativitas secara lebih personal.

Terkadang untuk mengupload atau membagi foto atau gambar, anda harus memenuhi persyaratan ukuran file, resolusi, dan rasio aspek tertentu. Platform medsos memiliki kebijakan untuk melakukan pemangkasan otomatis jika ukuran tersebut melampaui batas ukuran yang mereka tentukan. Tentu saja hal ini memudahkan pengguna, karena tidak perlu repot mengubah ukuran foto atau gambar tersebut.

Bagi mereka yang memahami secara teknis optimasi ukuran foto mungkin “tidak puas” dengan kebijakan ini. Mereka ini umumnya profesional yang mengelola situs atau medsos dan sudah biasa melakukan optimasi untuk menampilkan gambar berkualitas dengan tetap menuhi “jatah” ukuran file, resolusi, dan rasio aspek. Mereka lebih suka melakukan optimasi ukuran gambar sendiri menurut preferensi personal.

Saat mengunggah (upload) foto sebagai syarat administrasi dalam melakukan resgistrasi online, kadang foto anda ditolak karena melebih batas ukuran file yang mereka tentukan. Aplikasi akan memberikan notifikasi penolakan dan pemberitahuan batas maksimum ukuran foto. Dalam hal ini anda harus mengurangi sendiri ukuran file foto tersebut.

Ada dua terminologi dalam mengubah ukuran gambar (image) digital yaitu cropping dan resizing. Cropping secara harfiah berarti pemotongan gambar. Resizing secara harfiah berarti mengubah ukuran gambar, akan dibahas lebih lajut dalam artikel ini.

 

Apa Itu Resizing?

Resizing adalah mengubah ukuran gambar tanpa memotong gambar. Resizing memungkinkan anda untuk membuat gambar lebih kecil atau lebih besar tanpa memotong apa pun. Resizing mengubah dimensi gambar, yang biasanya akan mempengaruhi ukuran file dan kualitas gambar.

Resizing adalah tipikal keunggulan gambar digital. Dalam hal ini gambar digital dapat dianggap sebuah kanvas lukisan yang elastis sehingga keempat sisinya dapat direnggangkan dan dikendurkan. Perhatikan gambar lingkaran dan bujursangkar di bawah ini jika dilakukan resizing.

Resizing dapat dilakukan menggunakan perangkat lunak atau aplikasi. Resizing dilakukan dengan cara membuka file gambar, lalu mengaktifkan fitur resizing. Pengguna dapat mengubah “”secara manual” ukuran lebar, tinggi, maupun diagonal dengan menarik pengait pada sisi yang bersesuaian.

Contoh resizing untuk mengubah ukuran lebar gambar.

Contoh resizing ukuran lebar gambar

 

Contoh resizing untuk mengubah ukuran tinggi gambar.

Contoh resizing ukuran tinggi gambar

 

Contoh resizing untuk mengubah ukuran bidang diagonal gambar.

Contoh resizing ukuran diagonal gambar

 

Alasan Melakukan Resizing

Resizing adalah tindakan mengubah ukuran gambar dengan sengaja. Hal ini bisa jadi karena alasan teknis maupun estetika. Jadi resizing adalah upaya yang lumrah dilakukan pengelola data gambar (image).

Alasan paling umum dari resizing adalah mengurangi ukuran gambar. Dalam hal ini resizing dilakukan untuk mengecilkan luasan gambar (dalam pixel) sehingga mengurangi juga ukuran file gambarnya. Misalnya saat menyiapkan pas foto untuk diunggah di formulir online.

Resizing juga sering dilakukan untuk mengubah  rasio aspek gambar. Anda dapat mengubah rasio aspek gambar yang semula 16:9 menjadi 4:3 atau sebaliknya. Resizing memungkinkan penambahan atau pengurangan lebar atau tinggi dari bidang gambar yang berbentuk segiempat.

 

Resizing dan Rasio Aspek Gambar

Untuk alasan yang tepat, resizing bermanfaat dalam mengoptimasi resolusi, rasio aspek, dan ukuran file gambar. Namun ada baiknya resizing dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan gambar. Jangan sampai keinginan untuk mengoptimasi gambar menjadi kontraproduktif karena hasilnya tidak nyaman di pandang mata.

Hal yang perlu diperhatikan bahwa resizing dapat merusak keseimbangan proporsi gambar.  Menambah ukuran lebar pada gambar pemandangan dapat membuatnya lebih “membentang”. Menambah ukuran lebar pada gambar teks dapat membuatnya lebih jelas terbaca. Namun jika anda melakukan hal yang sama pada wajah orang atau objek yang eksak proporsinya -misal lingkaran- maka akan memberi nuansa yang berbeda. Wajah orang akan terlihat lebih lebar dan bentuk lingkaran akan menjadi bentuk ellips.

Contoh pengaruh resizing terhadap proporsi gambar

Kabar baiknya perangkat lunak (software) dan aplikasi editor gambar memilki fitur pengunci rasio aspek, anda tinggal mengaktifkan fungsi “Kunci Rasio Aspek” (Lock Aspect Ratio) untuk mengatasi hal tersebut. Rasio aspek adalah perbandingan lebar terhadap tinggi gambar. Dengan mengunci rasio aspek, perbesaran atau pengecilan gambar tidak akan mengubah proporsi gambar.

Bagaimana jika dikehendaki untuk mengubah ukuran dan rasio aspek gambar tanpa mengubah proporsi gambar? Dalam hal ini anda tidak bisa hanya menggunakan fitur resizing saja tetapi juga menggunakan fitur cropping. Dalam hal ini anda harus melakukan cropping dulu menggunakan aspek rasio yang dinginkan, lalu melakukan resizing untuk menentukan ukuran gambarnya.