Pengertian Waktu Fajar, Waktu Syuruq, dan Waktu Dhuha

Siluet masjid di waktu pagi

Umat islam menggunakan kalender hijriyah yang berdasarkan pergerakan bulan khususnya dalam perhitungan tanggal berkaitan dengan pelaksaan ibadah tertentu (puasa, haji, zakat, dsb). Selain itu khusus untuk ibadah harian umat islam berpatokan pada jam aktual berdasarkan posisi matahari relatif terhadap bumi. Oleh karenanya waktu sholat wajib harian tidak tetap melainkan berubah tergantung posisi matahari terlihat relatif terhadap horizon.

Diantara terminologi waktu yang berkaitan dengan ibadah yang penting untuk dipahami oleh umat islam adalah waktu fajar, waktu syuruq dan waktu dhuha. Waktu fajar berkaitan dengan awal waktu sholat fardhu subuh. Waktu syuruq berkaitan dengan waktu sholat sunnah isroq. Waktu dhuha berkaitan dengan waktu sholat sunnah dhuha. Hal ini sangat penting, karena diantara rukun (syarat sahnya) sholat adalah masuk waktu sholatnya.

Anda dapat mengetahui jadwal waktu fajar, waktu syuruq, dan waktu dhuha, dengan melihatnya pada jadwal waktu sholat. Bagaimana waktu fajar, waktu syuruq, dan waktu dhuha ditentukan? Berikut penjelasannya.

Masjid biru istambul

 

Waktu Fajar (Waktu Subuh)

Waktu Fajar adalah waktu yang terjadi sebelum terbitnya matahari, yaitu ketika cahaya fajar pertama kali muncul di langit. Waktu Fajar terbagi menjadi dua, yaitu Fajar Shadiq (Subuh) dan Fajar Kadzib.

Fajar terbagi menjadi dua: fajar shadiq dan fajar kazib.

  • Fajar shadiq (fajar sebenarnya): Dimulainya waktu sholat subuh. Ditandai dengan munculnya cahaya putih di ufuk timur yang memanjang dan terus menerus hingga terbitnya matahari.
  • Fajar kadzib (fajar palsu): Cahaya putih di ufuk timur yang muncul sebelum fajar shadiq, kemudian memudar dan hilang.

Ciri-ciri Fajar Shadiq:

  • Cahaya putihnya lebih terang dan memanjang di ufuk timur.
  • Warna putihnya lebih kekuningan.
  • Bintang-bintang mulai redup dan hilang.
  • Udara terasa lebih dingin.

Makna dan Keutamaan Waktu Fajar:

Waktu Fajar memiliki makna yang mendalam dalam Islam karena merupakan awal dari aktivitas ibadah harian umat Muslim. Rasulullah SAW juga memberikan penekanan pada pentingnya sholat Fajar, karena sholat ini menjadi penanda awal dimulainya hari bagi umat Islam.

 

Waktu Syuruq

Waktu Syuruq adalah waktu terbitnya matahari, yaitu ketika cahaya matahari pertama kali muncul di ufuk timur. Tepatnya, ketika seluruh piringan matahari telah terlihat di ufuk timur. Ini adalah saat ketika warna langit berubah dari gelap menjadi terang. Waktu Syuruq adalah waktu ketika berakhirnya waktu sholat Subuh.

Ciri-ciri Waktu Syuruq:

  • Matahari terlihat jelas di ufuk timur.
  • Bayangan benda tegak mulai memendek.
  • Udara mulai terasa hangat.

Masjid dengan latar matahari pagi

Makna dan Keutamaan Waktu Syuruq:

Meskipun waktu Syuruq bukanlah waktu ibadah yang dianjurkan secara khusus, namun momen ini tetap dianggap penting dalam Islam karena menjadi awal dimulainya aktivitas sehari-hari. Rasulullah SAW juga menekankan pentingnya menyambut waktu Syuruq dengan berbagai amalan baik seperti berdzikir, berdoa, dan membaca Al-Quran.

 

Waktu Dhuha

Dhuha adalah waktu setelah matahari terbit setinggi tombak (sekitar 7 hasta atau 3,5 meter) hingga menjelang waktu sholat zuhur. Waktu Dhuha adalah waktu antara terbitnya matahari hingga menjelang waktu zuhur, yaitu sekitar satu hingga dua jam setelah syuruq. Ini adalah waktu ketika matahari telah naik cukup tinggi dan panasnya matahari mulai terasa.

Ciri-ciri Waktu Dhuha:

  • Matahari sudah terlihat jelas di ufuk timur.
  • Udara terasa semakin panas.
  • Bayangan benda tegak semakin memendek.

Makna dan Keutamaan Waktu Dhuha:

Waktu Dhuha dianggap sebagai waktu yang diberkahi dalam Islam. Rasulullah SAW menyarankan umatnya untuk melakukan sholat Dhuha sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT. Sholat Dhuha juga dianggap sebagai amalan yang membawa banyak keberkahan, serta bisa menjadi penenang hati bagi yang melakukannya.

Tabel perbedaan waktu fajar syuruq dan dhuha

 

Manfaat Memahami Waktu Fajar, Waktu Syuruq dan Waktu Dhuha

Beberapa manfaat memahami waktu fajar, waktu syuruq, dan waktu dhuha anatara lain sbb.

  • Menjalankan sholat dengan tepat waktu.
  • Mengoptimalkan waktu untuk beribadah.
  • Menjaga kedisiplinan dan ketaatan kepada Allah SWT.

 

Kesimpulan

Memahami perbedaan dan ciri-ciri waktu fajar, syuruq, dan dhuha membantu kita melaksanakan ibadah dengan tepat waktu dan optimal. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.