Pengertian Waktu Paruh Obat

Pengertian waktu paruh obat

Waktu paruh eliminasi suatu obat merupakan parameter farmakokinetik yang didefinisikan sebagai waktu yang diperlukan agar konsentrasi obat dalam plasma atau jumlah total dalam tubuh berkurang sebesar 50%. Dengan kata lain, setelah satu waktu paruh, konsentrasi obat dalam tubuh akan menjadi setengah dari dosis awal.

Dengan setiap tambahan waktu paruh, jumlah obat yang dieliminasi akan berkurang secara proporsional. Namun, waktu yang dibutuhkan obat untuk mencapai setengah konsentrasi aslinya tetap konstan.

Secara umum, efek obat dianggap memiliki efek terapeutik yang dapat diabaikan setelah 4 waktu paruh, yaitu bila hanya 6,25% dari dosis awal yang tersisa di dalam tubuh.

 

Mengapa Waktu Paruh Obat Penting?

Waktu paruh penting untuk menerapkan pemberian obat secara efektif. Waktu paruh membantu menentukan seberapa besar dosis dan seberapa sering pemberian obat untuk seseorang. Kondisi masing-masing pasien mungkin berbeda dalam merespon pemberian obat, meskipun penyakitnya sama.

Waktu paruh juga dapat menjadi panduan berapa lama waktu yang dibutuhkan suatu obat untuk mencapai tingkat stabil di tubuh anda saat anda pertama kali meminumnya. Umumnya, diperlukan waktu sekitar lima kali waktu paruh obat untuk membangun tingkat yang stabil di tubuh anda. Setelah kadar obat stabil di tubuh anda, efek samping awal yang anda alami dari obat tersebut mungkin mulai berkurang.

Ragam obat

 

Contoh Ilustrasi Waktu Paruh Suatu Obat

Jika dosis obat intravena 100 miligram (mg) dengan waktu paruh 15 menit diberikan pada seseorang, maka sisa obat berdasarkan waktu adalah sebagai berikut.

  • 15 menit setelah pemberian obat, 50 mg obat masih tertinggal di dalam tubuh.
  • 30 menit setelah pemberian obat, 25 mg obat masih tersisa di dalam tubuh.
  • 45 menit setelah pemberian obat, 12,5 mg obat masih tersisa di dalam tubuh.
  • 1 jam setelah pemberian obat, 6,25 mg obat masih tersisa di dalam tubuh.
  • 2 jam setelah pemberian obat, 0,39 mg obat masih tersisa di dalam tubuh.

 

Konstanta Laju Eliminasi dan Waktu Paruh Nyata

Ada beberapa istilah lain yang berkaitan erat dengan waktu paruh obat, antara lain:

  • Konstanta laju eliminasi (elimination rate constant, λ): Konstanta laju eliminasi menggambarkan laju eliminasi obat dari tubuh dalam bentuk pecahan. Nilai ini konstan pada kinetika orde pertama dan tidak bergantung pada konsentrasi obat.
  • Waktu paruh semu (apparent half-life): Dalam beberapa keadaan, seperti formulasi dengan pelepasan terkontrol, penurunan konsentrasi obat tidak semata-mata bergantung pada eliminasi, namun juga pada laju penyerapan dan distribusi, yang mempengaruhi waktu paruh yang diamati.

Macam-macam obat

 

Clearance dan Volume Distribusi

Ada dua faktor yang mempengaruhi waktu paruh eliminasi suatu obat, yaitu clearance dan volume distribusi. Clearance obat (CL) mengacu pada kecepatan tubuh menghilangkan obat dari tubuh. Alternatifnya, volume distribusi (Vd) mengacu pada distribusi obat ke seluruh tubuh.

Hubungan antara CL dan Vd adalah sebagai berikut:

t(½) = ln(2)/ λ = ln(2)*(Vd/CL) = 0,693*(Vd/CL)

Waktu paruh eliminasi dianggap konstan dan tidak bergantung pada konsentrasi obat dalam tubuh.

 

Kegunaan Klinis Waktu Paruh Obat

Waktu paruh eliminasi merupakan parameter farmakokinetik yang berguna, karena memberikan indikasi akurat mengenai lamanya waktu efek obat bertahan pada seseorang.

Selain itu, waktu paruh eliminasi juga dapat menunjukkan apakah akumulasi obat kemungkinan terjadi dengan pemberian dosis ganda. Hal ini berguna dalam menentukan dosis dan frekuensi obat yang diresepkan.

Bersama dengan data dan nilai farmakokinetik lainnya mengenai masing-masing pasien, waktu paruh dapat membantu praktisi kesehatan memperkirakan laju eliminasi suatu obat dari tubuh, serta berapa banyak obat yang tersisa setelah jangka waktu tertentu. Dari informasi ini, keputusan yang tepat dapat diambil mengenai cara meningkatkan hasil capaian kesehatan pasien.