Perbedaan Diskon 70% dan Diskon 50% + 20%

Diskon 70 persen

Saat kita mengunjungi pusat perbelanjaan atau toko, kita biasa melihat spanduk atau banner diskon. Diskon adalah potongan harga yang diberikan terhadap harga jual resmi yang telah ditetapkan. Bila kita membeli suatu barang diskon artinya kita membayar barang tersebut dengan harga yang lebih murah dari harga aslinya (harga sebelum diskon).

Diskon adalah bagian dari strategi pemasaran yang dianggap paling efektif dalam perdagangan. Bagaimana tidak, setiap orang pasti akan tergiur dengan harga yang lebih murah. Tidak jarang diskon yang diberikan mencapai separuh harga atau bahkan lebih. Saat kita membeli barang dengan harga diskon seolah kita mendapat “keuntungan” dengan selisih harga yang sebenarnya dari barang yang kita beli.

Diskon adalah potongan harga terhadap suatu barang yang dijual. Ada dua bentuk potongan harga yang biasanya diberikan oleh penjual. Pertama potongan dalam bentuk nominal misalnya potongan Rp.50.000,-. Yang kedua adalah potongan dalam bentuk persen misalnya 25%. Potongan harga dalam bentuk persen lebih lebih populer.

Kadangkala potongan harga barang diberikan secara diskon berganda. Artinya barang yang sudah didiskon kemudian didiskon lagi. Contoh penulisan diskon berganda adalah 50 + 20%. Mengapa ditulis dua angka diskon? Apa bedanya dengan diskon 70% ? Berikut pembahasannya.

Diskon 50 plus 20 persen

 

Menghitung Harga Setelah Diskon

Harga setelah diskon dapat kita hitung berdasarkan rumus di bawah ini. Misalnya suatu barang dijual dengan diskon X persen.
Diskon = (X/100) x Harga semula
Harga setelah diskon = Harga semula – Diskon
Harga setelah diskon = (Harga semula – x/100) x Harga semula
Harga setelah diskon = (1 – X/100) x Harga semula
Jadi rumus harga setelah diskon adalah sbb.

           Hd = (1 – X/100) x Ha

Hd = harga setelah diskon
Ha = harga awal
X = persen diskon

Misalnya sebuah kemeja memiliki label harga Rp.200.000,-. Kemeja tersebut dijual dengan diskon 70%. Maka harga jualnya dapat dihitung dengan rumus di atas sebagai berikut.

Hd = (1 – 70/100) x 200.000
Hd = (1 – 0,7) x 200.000
Hd = 0,3 x 200.000 = 60.000
Jadi harga jual kemeja tersebut setelah diskon 70% adalah Rp.60.000,-

 

Menghitung Harga Setelah Diskon Berganda (Diskon Dua Kali)

Diskon berganda adalah diskon yang dikenakan secara bertingkat terhadap harga barang. Diskon 50 + 20% artinya, diskon diberikan 50% lalu harga setelah diskon dipotong lagi 20%. Ini tidak sama dengan diskon 70%.
Misalnya sebuah kemeja harga aslinya adalah Rp.200.000,-
Harga setelah setelah diskon pertama yaitu 50%
Hd = (1 – x/100) x Ha
Hd = (1 – 50/100) x 200.000
Hd = (1 – 0,5) x 200.000
Hd = 0,5 x 200.000
Hd = 100.000

Harga setelah setelah diskon kedua yaitu 20% (harga awalnya adalah Rp.100.000,- bukan Rp.200.000,-)
Hd = (1 – x/100) x Ha
Hd = (1 – 20/100) x 100.000
Hd = (1 – 0,2) x 100.000
Hd = 0,8 x 100.000
Hd = 80.000
Jadi harga jual kemeja tersebut setelah diskon 50% + 20% adalah Rp.80.000,-

 

Kesetaraan Persen Diskon Berganda dengan Persen Diskon Tunggal

Misalkan diskon pertama X persen dan diskon kedua Y persen
Persen diskon X% + Y% adalah sama dengan persen diskon tunggal sebesar

            %Diskon = X + X.Y/100

Jika diketahui harga awal Rp.200.000,- dan diskon 50% + 20%
Persen diskon tunggalnya adalah sbb
%Diskon = X + X.Y/100
%Diskon = 50 + 50×20/100
%Diskon = 50 + 10
%Diskon = 60%
Jadi diskon 50% + 20% sama dengan diskon sekali sebesar 60%
Besarnya diskon = 60/100 x 200.000 = Rp.120.000,-
Harga setelah diskon = 200.000 – 120.000 = Rp.80.000,-