Perbedaan Kelembaban Absolut dan Kelembaban Relatif

Higrometer untuk mengukur kelembaban

Salah satu parameter fisika udara yang penting adalah kelembaban. Kelembaban udara adalah info yang penting dalam laporan pemantauan cuaca dan merupakan indikator perubahan cuaca. Kelembaban udara juga merupakan salah satu parameter kenyamanan dan kesehatan suatu ruangan. Kelembaban udara pada ruang kerja atau ruang proses industri dapat diupayakan agar sesuai dengan kondisi yang diinginkan.

Kelembaban udara diukur dan dipantau dengan alat ukur yang disebut higrometer. Namun beberapa alat ukur suhu ruangan digital juga dapat menunjukkan kelembaban udara. Ada dua cara menunjukkan besaran kelembaban udara yaitu menggunakan besaran kelembaban udara absolut (mutak) dan besaran kelembaban udara relatif (nisbi).

 

Pengertian Kelembaban Udara

Kelembaban udara adalah ukuran kadar uap air yang berada dalam bentuk gas di udara. Udara di atmosfer mengandung uap air dalam kadar yang berbeda di setiap lokasi. Kelembaban udara di suatu lokasi dapat berubah berdasarkan perubahan faktor fisika di lokasi tersebut.

Kelembaban sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Ini karena kelembaban terdiri dari dua jenis – basah dan kering. Jika kelembabannya basah, berarti akan lebih banyak keringat yang keluar di sekitar kita; dan jika kelembabannya kering berarti air di udara akan sangat sedikit yang akan menyebabkan kulit kering dan ruam pada kulit kita.

Jadi, kelembaban sangat penting untuk kelangsungan hidup kita. Secara garis besar, kelembaban dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis.

  • Kelembaban Absolut
  • Kelembaban Relatif

Monitor suhu dan kelembaban ruangan

 

Apa itu Kelembaban Absolut?

Sesuai dengan namanya, absolut atau mutlak berarti nilai sebenarnya. Kelembaban absolut atau kelembaban mutlak adalah jumlah air yang ada dalam massa udara tertentu pada suhu tertentu. Artinya, anda dapat mengetahui dengan tepat kandungan kelembaban udara.

Misalkan anda diminta untuk mengetahui seberapa lembab udaranya; maka parameter ini akan memberi anda jawaban yang diperlukan. Hal ini dinyatakan dalam g/m3 (gram kelembaban per meter kubik udara). Kepadatan udara merupakan kriteria penting dalam menentukan kelembaban absolut.

Kelembaban Absolut (absolute humidity, AH) diturunkan dari rumus sederhana berikut.

AH = massa uap air/volume udara.

 

Apa itu Kelembaban Relatif?

Sesuai dengan namanya, relatif atau nisbi artinya berkaitan dengan sesuatu. Kelembaban relatif atau kelembaban nisbi adalah rasio jumlah uap air yang ada di atmosfer dengan jumlah uap maksimum yang dapat ditampung udara pada suhu tertentu.

Misalkan anda memiliki sensor kelembaban relatif yang kisarannya 0-100%. Sekarang, kelembaban saat ini seharusnya 60% pada suhu 40 derajat celsius. Artinya pada 40 derajat celsius saat ini 60% kandungan air ada di udara dibandingkan dengan 100% kandungan air.

Termometer higrometer analog

Ini akan membantu anda mengidentifikasi berapa banyak kelembaban yang ada di udara dibandingkan dengan kelembaban maksimum yang ada saat ini. Ini adalah persentase dari jumlah kelembaban yang mungkin ditampung udara.

Namun, perlu diingat bahwa anda tidak dapat menemukan jawaban yang tepat kecuali anda mengetahui suhu udara yang ditentukan; karena hubungan ini hanya dapat diketahui pada kisaran suhu tertentu.

 

Perbedaan Antara Kelembaban Absolut dan Kelembaban Relatif

Poin utama yang membedakan kelembaban absolut dan kelembaban relatif adalah sebagai berikut.

  1. Kelembaban absolut adalah jumlah aktual uap air yang ada, sedangkan kelembaban relatif menentukan rasio kandungan air saat ini dalam kaitannya dengan kandungan air maksimum.
  2. Kelembaban absolut dinyatakan dalam g/m3 dan kelembaban relatif dinyatakan dalam % (persen).
  3. Kelembaban relatif bergantung pada suhu, sedangkan kelembaban absolut tidak bergantung pada suhu.
  4. Kelembaban absolut dipengaruhi oleh sebaran tanah dan air di bumi serta perubahan musim, sedangkan kelembaban relatif dipengaruhi oleh letak geografis dan suhu.