Perbedaan Power dan Torsi pada Spesifikasi Mesin Kendaraan

Mobil SUV

Saat akan membeli sebuah mobil atau sepeda motor, anda pasti memiliki preferensi terhadap merk dan jenis tertentu. Ada sejumlah faktor yang melatari preferensi anda tersebut. Namun pastikan bahwa salah satu pertimbangan anda adalah berdasarkan spesifikasi teknis mesin.

Mengetahui spesifikasi mesin kendaraan sangat penting dalam membuat pilihan terhadap kendaraan. Anda tidak dapat membandingkan performa mesin kendaraan hanya dengan melihat bentuk fisik kendaraan. Oleh karena itu anda setidaknya membaca informasi tentang spesifikasi mesin melalui brosur atau situs resmi produsen.

Diantara spesifikasi teknis mesin yang paling umum selain kapasitas mesin dan konsumsi bahan bakar, adalah power (daya) dan torsi. Power dan torsi adalah besaran yang kadang tidak dipahami oleh orang awam. Bagi mereka yang peduli tentang performa mesin, dua besaran ini sangat menjadi perhatian.

Apa itu power dan torsi? Apa perbedaan dan pengaruhnya terhadap kinerja mensin mobil? Berikut pembahasannya.

 

Apa Itu Power?

Power atau daya adalah tingkat di mana atau seberapa cepat pekerjaan diselesaikan. Penemu Skotlandia James Watt mengatakan bahwa satu tenaga kuda (horsepower, HP) mendefinisikan jumlah total daya yang dibutuhkan untuk mengangkat sekitar 33.000 pound dengan tepat satu kaki (foot) dalam satu menit.

Daya merupakan besaran skalar, artinya daya tidak menunjukkan arah gaya yang diterapkan sehubungan dengan pengukurannya. Satuan pengukuran power dalam SI adalah kilowatt atau KW. Perhitungan dan satuan SI untuk power dan torsi berbeda-beda.

Mobil MPV

Dalam konteks mobil, power atau daya biasanya diukur dalam satuan horsepower (tenaga kuda) disingkat HP. Kendaraan yang memiliki power lebih tinggi akan memberikan kecepatan tertinggi lebih tinggi dan akselerasi (percepatan) lebih baik.

Power atau daya dapat dihitung menggunakan rumus berikut:

         Power = (Torsi x rpm) / 5252.

Rpm adalah rotasi per menit, dan 5252 adalah konstanta.

 

Apa itu Torsi?

Torsi mengacu pada gaya putar yang dihasilkan poros engkol mesin. Secara sederhana, torsi adalah ‘gaya tarik’ mesin kendaraan. Ini juga membantu akselerasi awal kendaraan.

Produksi torsi yang lebih banyak pada suatu mesin kendaraan meningkatkan kemampuan mesin dalam melakukan kerja. Secara fisika, torsi merupakan besaran vektor dan dihitung dengan menggunakan arah dan besaran.

Dengan memahami arti torsi, anda dapat dengan mudah mengidentifikasi kendaraan yang memiliki torsi lebih tinggi. Misalnya, kendaraan berat seperti SUV memiliki mesin yang dapat menghasilkan dan menyalurkan torsi dalam jumlah besar. Fitur torsi tinggi berguna saat kendaraan melakukan pergerakan di tanjakan curam. Selain itu juga bermanfaat bagi kendaraan yang mengangkut barang berat dari satu tempat ke tempat lain.

Sepeda motor di jalan

Torsi dapat dihitung menggunakan rumus berikut:

          Torsi = Gaya x jarak

Satuan torsi dalam SI adalah Newton-meter (Nm).

 

Perbedaan Power dan Torsi dalam Otomotif

Perbedaan antara power (daya) dengan torsi dalam bidang otomotif antara lain sebagai berikut.

1. Definisi
Power atau daya adalah total jumlah energi yang digunakan per satuan waktu. Torsi adalah ukuran gaya putar yang dihasilkan poros engkol mesin.

2. Jenis Besaran
Power adalah besaran skalar (tidak bergantung arah). Torsi adalah besaran vektor (bergantung arah).

3. Satuan
Power dinyatakan dalam satuan kilowatt (kW), Torsi dinyatakan dalam satuan newton-meter (Nm).

4. Pengaruh terhadap Kinerja Kendaraan
Power mempengaruhi kecepatan kendaraan. Torsi mempengaruhi kapasitas dukung beban kendaraan.