Perbedaan Volt-Ampere (VA) dan Watt

Perbedaan VA dan watt Segitiga daya

Volt-ampere (VA) dan Watt adalah satuan pengukuran daya listrik. Volt-ampere digunakan untuk mengukur total daya yang dikonsumsi oleh suatu perangkat. Watt digunakan untuk memberi daya pada perangkat sehingga dapat melakukan pekerjaannya yang bermanfaat.

Produk tegangan dan arus dalam rangkaian AC (arus bolak-balik) dikenal sebagai satuan daya semu (apparent power), atau VA. Ini menunjukkan keseluruhan daya yang digunakan oleh suatu perangkat, yang mencakup daya berguna yang digunakan dan daya yang hilang akibat inefisiensi seperti daya reaktif.

Daya nyata (real power) yang digunakan suatu gadget untuk melakukan pekerjaan produktif diukur dalam watt, yang merupakan satuan daya nyata. Watt digunakan untuk menghitung tagihan listrik dan menentukan berapa banyak daya yang digunakan berbagai gadget dan peralatan.

 

Apa itu Volt-Ampere?

Daya yang dirasakan suatu rangkaian listrik diukur dalam volt-ampere (VA). Ini adalah hasil dari tegangan rangkaian AC (dalam volt) dan arus (dalam ampere).

Bergantung pada lokasinya, frekuensi perubahan arah arus dalam rangkaian AC biasanya antara 50 dan 60 hertz (Hz). Akibatnya, daya aktual dan daya reaktif adalah dua bagian daya dalam rangkaian AC. Daya reaktif, diukur dalam VAR (Volt-Ampere Reactive), adalah daya yang digunakan oleh induktor dan kapasitor untuk menyimpan dan melepaskan energi selama siklus AC. Daya nyata, diukur dalam watt, adalah daya nyata yang digunakan suatu perangkat untuk menyelesaikan pekerjaan praktis.

Daya semu, yang dinyatakan dalam VA dan mewakili daya keseluruhan dalam rangkaian AC. Jumlah total daya yang diperoleh rangkaian dari sumber dinyatakan dengan daya semu, yang merupakan jumlah vektor daya nyata dan daya reaktif. Segitiga daya menjelaskan bagaimana daya yang nyata, reaktif, dan semu berhubungan satu sama lain.

Besarnya sistem daya yang diperlukan untuk mengoperasikan suatu perangkat bergantung pada peringkat VA perangkat tersebut. Suatu perangkat memerlukan sistem tenaga yang dapat menyediakan setidaknya 1000 volt daya tampak agar dapat berfungsi, misalnya jika perangkat tersebut memiliki rating VA 1000 volt. Untuk memastikan bahwa perangkat yang terhubung dapat menerima daya yang cukup dari sistem tenaga listrik, seperti UPS (uninterruptible power supplies), hal ini penting saat merencanakan dan mengukurnya.

Segitiga daya

VA adalah ukuran daya semu, yang berbeda dengan daya nyata; penting untuk disebutkan. Faktor daya, yang mengukur seberapa efektif suatu perangkat menggunakan daya yang tersedia untuk menghasilkan kerja yang bermanfaat, umumnya didefinisikan sebagai rasio daya nyata (diukur dalam watt) terhadap daya yang dirasakan (diukur dalam VA). Faktor daya yang lebih rendah menunjukkan inefisiensi perangkat, sedangkan faktor daya 1 berarti efisiensi penuh. Untuk merencanakan dan menjalankan sistem kelistrikan secara efektif, penting untuk memahami hubungan antara daya nyata, daya reaktif, dan daya tampak.

 

Apa itu Watt?

Dalam rangkaian listrik, daya sebenarnya diukur dalam satuan watt. Ini adalah pengukuran daya sebenarnya yang digunakan perangkat untuk melakukan pekerjaan yang berguna. Dengan mengalikan tegangan (dalam volt) dengan arus (dalam ampere) dan kemudian dengan faktor daya – suatu ukuran seberapa efektif perangkat mengubah daya yang tersedia menjadi pekerjaan produktif – watt dihasilkan.

Sirkuit AC dan DC dapat diukur konsumsi dayanya dalam watt. Karena tegangan dan arus pada rangkaian DC keduanya konstan, menghitung daya sebenarnya sangatlah mudah. Sudut fasa antara tegangan dan arus harus diperhitungkan ketika menghitung daya nyata pada rangkaian AC karena tegangan dan arus kadang-kadang berubah arah.

Efisiensi suatu alat dalam mengubah daya yang tersedia menjadi kerja yang berguna ditunjukkan oleh faktor dayanya. Ini mengukur berapa banyak dari total daya yang dikonsumsi benar-benar digunakan dengan membandingkan daya nyata (diukur dalam watt) dengan daya nyata (diukur dalam VA). Inefisiensi pada suatu perangkat, misalnya daya reaktif, ditunjukkan dengan faktor daya kurang dari 1, sedangkan faktor daya 1 menunjukkan efisiensi sempurna.

 

Perbedaan Antara VA dan Watt

Uraian berikut menyoroti perbedaan utama antara VA dan watt.

 

Perhitungan

Faktor daya VA = daya nyata (watt)/daya semu (VA). Faktor daya watt = daya baca (watt) / (tegangan × arus).

 

Satuan

Satuan VA adalah VA atau kVA (kilovolt-ampere). Satuan watt adalah W (watt) atau kW (kilowatt).

 

Representasi

VA hanya digunakan untuk mewakili daya semu. Watt digunakan untuk mewakili daya nyata.

 

Pengukuran

VA adalah satuan ukuran amperemeter dan voltmeter. Watt digunakan untuk mengukur voltmeter dan amperemeter.

 

Contoh Perangkat

Contoh perangkat VA adalah bohlam, motor, dan trafo. Beberapa contoh perangkat yang menggunakan watt adalah perangkat elektronik, bola lampu, dan pemanas.

 

Arus DC (Direct Current)

VA tidak berlaku untuk arus searah (AC). Watt berlaku untuk arus searah.

 

Arus AC (Alternate Current)

VA berlaku untuk arus bolak balik (DC). Untuk kurang dari watt, arus bolak-balik sesuai.