Persyaratan Pencahayaan di Lingkungan Perkantoran Berdasarkan PERMENKES Nomor 48 Tahun 2016

Ruang kerja kantor

Kondisi lingkungan kerja dapat mempengaruhi produktivitas. Lingkungan tempat kerja yang nyaman dapat mengurangi kelelahan dan resiko stress. Oleh karena itu desain ruang kerja harus mempertimbangkan faktor kenyamanan tersebut.

Diantara faktor fisika yang mempengaruhi kenyamanan ruang kerja adalah intensitas cahaya. Hal ini terutama untuk ruang kerja yang mendapatkan akses terbatas dari sinar matahari, seperti ruang kerja perkantoran. Ruangan perkantoran umumnya mengandalkan lampu listrik sebagai sumber cahaya penerangan.

Ruang dengan pencahayaan yang kurang dapat mengurangi visibilitas. Hal ini terutama untuk pekerjaan yang membutuhkan ketelitian tinggi misalnya penulisan, pengetikan, pengecekan berkas, perhitungan, dsb. Selain itu ruang yang kurang terang dapat meningkatkan kelelahan mata.

Berkaitan dengan intensitas cahaya di lingkungan kerja perkantoran, Pemerintah dalam hal ini Kementrian Kesehatan telah menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 48 Tahun 2016 tentang Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja Perkantoran. Berikut pembahasan tentang pencahayaan di perkantoran menurut peraturan tersebut.

 

Pencahayaan Ruang Di Lingkungan Perkantoran

Untuk mengetahui kecukupan penerangan suatu ruang kerja secara eksak, maka harus dilakukan pengukuran. Dasar pengukuran tingkat pencahayaan di ruang kerja adalah pencahayaan pada permukaan tertentu. Untuk ruang kerja perkantoran, pengukuran cahaya dilakukan pada ketinggian permukaan meja kerja.

Aktivitas di ruang kantor

Tingkat pencahayaan diukur dalam satuan lux. 1 lux sama dengan 1 lumen per meter persegi. Pengukuran lux mempertimbangkan luas area yang diterangi oleh cahaya dan dilakukan menggunakan alat ukur yang disebut lux meter (light meter).

 

Persyaratan Pencahayaan di Ruang Kerja Perkantoran

Menurut PERMENKES Nomor 48 Tahun 2016, secara umum pencahayaan standar di ruang kerja fungsional di perkantoran minimal 300 lux. Rentang angka lux pencahayaan di beberapa ruang kerja bervariasi bergantung pada jenis aktivitas yang dilakukan di ruangan tersebut. Sebagai contoh, pencahayaan  di ruang lobi dan koridor perkantoran lebih kecil yaitu minimal 100 lux karena bukan ruang kerja fungsional. Ukuran standar pencahayaan minimal untuk berbagai ruang perkantoran selengkapnya disajikan pada tabel di bawah ini.

Tabel persyaratan pencahayaan sesuai peruntukan ruang

Ruang kerja standar mensyaratkan pencahayaan minimal 300 lux. Ruang kerja ini merupakan tempat melakukan aktiitas perkantoran standar seperti membaca, menulis, mengetik, memeriksa berkas, dan lain sebagainya. Penerangan 300 lux memadai untuk melakukan aktivitas-ativitas tersebut dengan nyaman.

Ruang kerja khusus yaitu ruang resepsionis dan ruang rapat juga mensyaratkan penerangan minimal 300 lux. Hal ini karena pada dasarnya aktivitas di kedua ruangan juga berupa aktivitas standar perkantoran, hanya saja dalam kadar intensitas kegiatan yang lebih rendah.

Pencahayaan tertinggi yang diperlukan di perkantoran adalah ruang gambar. Ruang gambar mensyaratkan minimal penerangan 750 lux. Perlu diingat bahwa kebutuhan ini berdasarkan aktivitas menggambar secara manual. Jika aktivitas menggambar dilakukan dengan komputer, maka kebutuhan penerangan yang setara dengan ruang kerja (minimal 300 lux).

Ruangan yang sifatnya penunjang mensyaratkan penerangan yang lebih kecil daripada ruang kerja. Ruang makan membutuhkan penerangan minimal 250 lux, hal ini berkaitan dengan durasi okupansi dan kenyamanan pegawai. Ruang arsip mensyaratkan penerangan relatif lebih rendah yaitu minimal 150 lux, karena tidak ada aktivitas perkantoran dan keterbatasan waktu akses oleh pegawai yang berkepentingan.

Ruang kerja perkantoran

Tingkat penerangan relatif paling kecil adalah untuk koridor dan lobi yaitu minimal 100 lux. Koridor bukan tempat melakukan akltivitas perkantoran. Koridor adalah akses penghubung antar ruangan yang hanya dilewati. Lobi adalah akses masuk dan ruang tunggu sementara, tanpa aktivitas perkatoran. Pada beberapa perkantoran, ruang lobi menghadap langsung pintu keluar gedung dan mendapatkan tambahan penerangan dari cahaya matahari.

 

Pentingnya Pencahayaan yang Baik di Ruang Kerja

Pencahayaan yang baik di ruang kerja adalah salah satu faktor penting yang sering kali diabaikan, tetapi memiliki dampak besar pada produktivitas, kesejahteraan, dan kesehatan karyawan. Ruang kerja yang diterangi dengan baik dapat menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, mengurangi ketegangan mata, dan meningkatkan fokus serta kinerja karyawan. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan mengapa pencahayaan yang baik sangat penting di ruang kerja dan dampak positifnya.

1. Meningkatkan Produktivitas
Pencahayaan yang baik memiliki pengaruh langsung terhadap produktivitas. Cahaya yang cukup dan merata memungkinkan karyawan untuk melihat dengan jelas, membaca, dan menyelesaikan tugas dengan lebih efisien. Ruang kerja yang terang membantu mencegah mata lelah, yang dapat mengurangi kejenuhan dan mempertahankan tingkat produktivitas yang tinggi sepanjang hari.

2. Mempertahankan Konsentrasi
Pencahayaan yang memadai membantu meningkatkan konsentrasi. Ruang kerja yang terang membuat otak tetap terjaga dan fokus, sehingga karyawan lebih mampu menyerap informasi dan menjaga perhatian mereka pada tugas-tugas yang mereka kerjakan. Ketika karyawan dapat fokus dengan baik, kualitas pekerjaan meningkat dan produktivitas meningkat.

Koridor perkantoran

3. Meningkatkan Kesejahteraan Karyawan
Ruang kerja yang diterangi dengan baik dapat menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan menyenangkan bagi karyawan. Pencahayaan yang tepat dapat mengurangi ketegangan mata, sakit kepala, dan kelelahan visual. Hal ini mengurangi risiko gangguan kesehatan terkait pekerjaan seperti sindrom mata kering atau sakit kepala akibat mata lelah, yang dapat mengganggu kenyamanan dan kesejahteraan karyawan.

4. Mempertahankan Mood dan Semangat
Pencahayaan yang baik juga dapat memengaruhi mood dan semangat karyawan. Cahaya alami atau pencahayaan yang mendekati cahaya alami memiliki efek positif pada suasana hati. Ruang kerja yang cerah dan penuh cahaya alami dapat meningkatkan energi, mengurangi stres, dan membantu menjaga semangat positif selama jam kerja.

5. Mengurangi Risiko Kecelakaan
Pencahayaan yang cukup juga berperan dalam mengurangi risiko kecelakaan di ruang kerja. Ketika lingkungan terang, karyawan dapat dengan mudah melihat rintangan atau bahaya potensial di sekitar mereka. Area yang gelap atau kurang terang dapat menjadi tempat berkumpulnya risiko seperti benda-benda yang tercecer atau bahkan jalur evakuasi yang sulit dilihat dalam situasi darurat.

 

 

Tips Pencahayaan Ruang Kerja yang Baik

Untuk menciptakan pencahayaan yang baik di ruang kerja, pertimbangkan langkah-langkah berikut:

1. Cahaya Alami
Manfaatkan cahaya alami sebanyak mungkin. Tempatkan meja kerja dekat jendela dan hindari menghalangi sinar matahari masuk ke ruangan.

Lobi kantor

2. Pencahayaan Buatan
Gunakan pencahayaan buatan yang merata dan tidak menyilaukan. Lampu-langit-langit atau lampu lantai dengan cahaya yang terarah ke bawah dapat memberikan cahaya merata di seluruh ruangan.

3. Warna Dinding
Pilih warna dinding yang cerah dan reflektif. Warna dinding yang cerah dapat memantulkan cahaya dan membantu mencerahkan ruangan.

4. Lampu Kerja
Gunakan lampu kerja tambahan di area kerja yang membutuhkan cahaya ekstra, seperti meja atau ruang baca.

5. Penyesuaian Cahaya
Memiliki kontrol atas intensitas cahaya adalah hal yang penting. Lampu dengan dimmer dapat membantu menyesuaikan cahaya sesuai kebutuhan dan suasana.