Suhu dan Kelembaban Udara Standar Perkantoran Berdasarkan PERMENKES No. 48 Tahun 2016

Ruang kantor

Kondisi tempat kerja yang nyaman dapat mengurangi kelelahan fisik. Bahkan kondisi tempat kerja yang nyaman dapat mengurangi resiko stress mental. Oleh karena itu ruang kerja harus dirancang sedemikian hingga memberikan kenyamanan yang memadai bagi orang yang bekerja di tempat tersebut.

Pemerintah dalam hal ini Kementrian Kesehatan telah menerbitkan  sejumlah peratuan berkaitan dengan standar keselamatan dan kesehatan. Standar ini didasarkan pada parameter yang dapat diukur. Hal ini memungkinkan pengelola untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi tempat kerja dengan melakukan pengukuran secara mandiri.

Diantara faktor yang menentukan kondisi ruang kerja yang sehat adalah suhu (temperatur) dan kelembaban (humiditas) udara. Kedua parameter dianggap saling mempengaruhi satu sama lain. Suhu dan kelembaban udara mempengaruhi kualitas dan kenyamanan udara yang dirasakan oleh kulit dan dihirup.

Berkaitan dengan ukuran standar suhu dan kelembaban udara di ruang kerja perkantoran, telah diatur oleh Kementrian Kesehatan melalui Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 48 Tahun 2016 tentang Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja Perkantoran. Berikut pembahasan tentang suhu dan kelembaban di perkantoran menurut peraturan tersebut.

Ruang kerja bersama

 

Berapa Suhu Udara Standar di Lingkungan Perkantoran?

Menurut PERMENKES Nomor 48 Tahun 2016, suhu udara standar di ruang kerja perkantoran adalah 23° C sampai 26° C, sedangkan suhu udara standar di lobi dan koridor perkantoran adalah 23° C sampai 28° C. Suhu 23° – 26° C adalah rentang suhu yang sehat dan nyaman untuk kulit. Pengendalian suhu ruangan agar sesuai dengan rentang suhu tersebut dapat dilakukan dengan sistem pendingin udara atau AC.

Rentang suhu untuk ruang lobi dan koridor lebih tinggi daripada rentang suhu ruangan kantor. Hal ini untuk mengakomodasi volume udara yang lebih besar serta akses udara yang lebih terbuka, dimana secara teknis lebih sulit untuk dikendalikan. Selain itu ruang lobi dan koridor bukan tempat untuk beraktivitas dalam durasi yang lama. Namun pada dasarnya, jika suhu udara di ruang lobi dan koridor bisa disamakan dengan suhu udara ruang kerja tentunya akan memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi karyawan yang sedang berada di sana.

Tabel suhu ruang perkantoran

Pengendalian suhu di ruangan perkantoran direkomendasikan dilakukan perzona tidak terpusat (centralized). Hal ini agar karyawan memiliki fleksibilitas untuk menyesuaikan suhu ruangan yang juga dipengaruhi kondisi di luar ruangan.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah penempatan diffuser AC. Karyawan yang tepat bekerja di bawahnya akan terpapar udara yang lebih dingin yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan bahkan gangguan kesehatan. Oleh karena itu posisi blower AC perlu dipertimbangkan dengan seksama.

Terkadang di gedung perkantoran yang besar terdapat ruang tertentu yang harus mempertahankan suhu sejuk (umumnya 18 °C) misalnya ruang server komputer, ruang instrumentasi, ruang audio, dan lain sebagainya. Ruang khusus semacam ini harus dibuat terpisah dengan ruang kerja karyawan. Paparan suhu udara yang terlalu dingin dalm durasi yang lama dapat berimplikasi buruk pada kesehatan dan kenyamanan karyawan.

 

Berapa Kelembaban Udara Standar di Lingkungan Perkantoran?

Menurut PERMENKES Nomor 48 Tahun 2016, kelembaban udara standar di ruang kerja perkantoran adalah 40% sampai 60%, sedangkan kelembaban udara standar di lobi dan koridor perkantoran adalah 30% sampai 70%. Kelembaban udara 40% – 60% adalah rentang angka kelembaban yang sehat dan nyaman untuk kulit serta aman untuk sistem pernapasan (sistem respirasi). Pengendalian kelembaban ruangan agar sesuai dengan rentang kelembaban tersebut dapat dilakukan dengan sistem AC (air conditioning), exhaust fan, pertukaran udara, dan akses udara luar.

Tabel kelembaban ruang perkantoran

Rentang angka kelembaban udara untuk ruang lobi dan koridor lebih lebar daripada rentang kelembaban udara ruangan kantor. Hal ini mengakomodasi kesulitan teknis pengendalian kelembaban udara di lobi dan koridor dimana volume udara yang lebih besar serta akses udara yang lebih terbuka. Disamping itu ruang lobi dan koridor bukan tempat untuk beraktivitas dalam waktu yang lama. Namun pada dasarnya, jika kelembaban udara di ruang lobi dan koridor bisa disamakan dengan kelembaban udara ruang kerja tentunya akan memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi karyawan yang sedang beraktivitas di tempat tersebut.

Tingkat kelembaban tinggi seringkali berkaitan dengan masalah air. Kebocoran pipa air dapat meningkatkan kelembaban udara di ruang tertutup.

 

Mengapa Lingkungan Kerja yang Nyaman Sangat Penting?

Lingkungan kerja yang nyaman memiliki peran yang sangat penting dalam memengaruhi produktivitas, kesejahteraan, dan kepuasan para pekerja. Sebagai tempat di mana individu menghabiskan sebagian besar waktu mereka selama hari kerja, lingkungan kerja yang nyaman memiliki dampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan pekerja. Berikut adalah beberapa alasan mengapa lingkungan kerja yang nyaman sangat penting:

1. Kesehatan Fisik yang Lebih Baik
Faktor-faktor seperti pencahayaan yang baik, ventilasi yang memadai, dan perabotan yang ergonomis dapat berkontribusi pada kesehatan fisik para pekerja. Lingkungan kerja yang nyaman dapat mengurangi risiko cedera dan masalah kesehatan terkait pekerjaan.

Koridor kantor

2. Produktivitas yang Lebih Tinggi
Lingkungan kerja yang nyaman dapat meningkatkan produktivitas para pekerja. Ketika pekerja merasa nyaman, mereka cenderung lebih fokus, konsentrasi, dan bersemangat untuk menyelesaikan tugas-tugas mereka.

3. Kesejahteraan Mental dan Emosional
Lingkungan kerja yang nyaman dapat membantu menjaga kesejahteraan mental dan emosional para pekerja. Ruang kerja yang nyaman dapat mengurangi stres, kecemasan, dan kelelahan mental yang dapat memengaruhi kinerja dan kesehatan mental.

4. Peningkatan Citra Perusahaan
Lingkungan kerja yang nyaman dapat mencerminkan citra positif perusahaan. Ini dapat meningkatkan daya tarik perusahaan terhadap bakat dan meningkatkan reputasi perusahaan di mata karyawan dan calon karyawan.